Gara-gara Air Sawah Dua Kakek Dipukul Gagang cangkul
Cari Berita

Advertisement

Gara-gara Air Sawah Dua Kakek Dipukul Gagang cangkul

19 Jul 2017

Indikatormalang.com - Akibat rebutan air untuk sawah seorang kakek harus bersimbah darah. Sidin (63) warga Dusun Sonokembang Desa Sepanjang Kecamatan Gondanglegi harus menanggung rasa sakit dengan kepala berdarah akibat dipukul oleh Tamin (92) tetangganya sendiri.  Pemukulan yang terjadi pada Senin (17/7/17) pukul 19.15 di areal persawahan tersebut dipicu masalah pengairan sawah.    “Terjadi penganiyaan karena rebutan air untuk pengairan sawah.  Terjadi kesalahpahaman, kemudian cek-cok sehingga berakhir penganiayaan pelaku terhadap korban,” ujar Ipda Heriyani S Kanit Reskrim Polsek Gondanglegi. Menurut Heriyani, malam itu korban pergi ke sawahnya untuk mengairi sawahnya. Ketika korban sedang mengairi sawah,  tiba-tiba pelaku datang sambil marah-marah. Pelaku mengeluarkan kata-kata kotor kepada korban.   Korban tidak menanggapi, korban berusaha mengajaknya bicara baik-baik, namun pelaku malah emosi dan tidak terima. Dalam keadaan Emos, pelaku kemudian mengayunkan gagang cangkul yang sedang dipegangnya. Gagang cangkul mengenai kepala korban yang tidak sempat menghindar dari amukan pelaku, karena dilakukan tiba-tiba.  Menurut Korban, sebelumnya sudah memberi tahu pelaku bahwa korban akan mengairi sawahnya. Bahkan korban memberikan sejumlah uang kepada pelaku untuk kompensasi.  Akibat mendapatkan serangan yang mengakibatkan kecederaan, korban kemudian melaporkan perbuatan pelaku kepada polsek setempat. "Korban yang tidak terima dengan pelaku langsung melaporkan ke Bhabinkamtibnas di kantor desa kemudian diteruskan ke Polsek Gondanglegi" terang Heriyani.  Akibat perbuatannya tersangka akan dijerat dengan pasal pidana 351,  karena tindak penganiayaan dengan hukuman maksimal 2 tahun 8 bulan penjara
Korban dan Barang Bukti yang Digunakan Oleh Pelaku / Gambar : Istimewa
Indikatormalang.com - Akibat rebutan air untuk sawah seorang kakek harus bersimbah darah. Sidin (63) warga Dusun Sonokembang Desa Sepanjang Kecamatan Gondanglegi harus menanggung rasa sakit dengan kepala berdarah akibat dipukul oleh Tamin (92) tetangganya sendiri.

Pemukulan yang terjadi pada Senin (17/7/17) pukul 19.15 di areal persawahan tersebut dipicu masalah pengairan sawah.

“Terjadi penganiyaan karena rebutan air untuk pengairan sawah. Terjadi kesalahpahaman, kemudian cek-cok sehingga berakhir penganiayaan pelaku terhadap korban,” ujar Ipda Heriyani S, Kanit Reskrim Polsek Gondanglegi.

Menurut Heriyani, malam itu korban pergi ke sawahnya untuk mengairi sawahnya. Ketika korban sedang mengairi sawah, tiba-tiba pelaku datang sambil marah-marah. Pelaku mengeluarkan kata-kata kotor kepada korban.

Korban tidak menanggapi, korban berusaha mengajaknya bicara baik-baik, namun pelaku malah emosi dan tidak terima.

Dalam keadaan Emosi, pelaku kemudian mengayunkan gagang cangkul yang sedang dipegangnya. Gagang cangkul mengenai kepala korban yang tidak sempat menghindar dari amukan pelaku, karena dilakukan tiba-tiba.

Menurut Korban, sebelumnya sudah memberi tahu pelaku bahwa korban akan mengairi sawahnya. Bahkan korban memberikan sejumlah uang kepada pelaku untuk kompensasi.

Akibat mendapatkan serangan yang mengakibatkan kecederaan, korban kemudian melaporkan perbuatan pelaku kepada polsek setempat.

"Korban yang tidak terima dengan pelaku langsung melaporkan ke Bhabinkamtibnas di kantor desa kemudian diteruskan ke Polsek Gondanglegi" terang Heriyani.

Akibat perbuatannya tersangka akan dijerat dengan pasal pidana 351, karena tindak penganiayaan dengan hukuman maksimal 2 tahun 8 bulan penjara