Pemira UMM, Antara KPR-U dan Partai Parmindo, Siapa Salah, Siapa Benar?
Cari Berita

Advertisement

Pemira UMM, Antara KPR-U dan Partai Parmindo, Siapa Salah, Siapa Benar?

6 Jun 2017

Foto : Surat Keputusan KPR-U yang di tanda tangani dan di stempel mengenai hasil verifikasi kelolosan partai
Indikatormalang.com - Pemilihan Umum Raya Universitas Muhammadiyah Malang untuk memilih, Anggota SEMU, Ketua dan Wakil Ketua BEMU, SEFA, Ketua dan Wakil Ketua BEMFA, HMJ dan HMPS di Universitas Muhammadiyah Malang, yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum Raya Universitas (KPR-U), Terdapat beberapa intrik politik yang patut kita ketahui. Dalam proses atau tahapan pemira tersebut, baik dari tahap verifikasi kelolosan partai politik sebagai peserta pemira maupun pada tahap verifikasi kelolosan calon.

Pada dua tahap tersebut terdapat sesuatu yang mungkin saja aneh atau bahkan bisa dibilang unik. Anehnya KPR-U menyatakan bahwa partai parmindo lolos verifikasi sebagai salah satu peserta pemira dengan ketua Dewan Pimpinan Pusat parti Parmindo atas nama, A. Sulfikar A.B. sementara letak ke unikannya adalah KPR-U Juga menyatakan bahwa A. Sulfikar A.B Telah lulus verifikasi kelolosan sebagai calon wakil premas. Namun pada saat yang sama partai parmindo berhasil mengelabui KPR-U dengan cara mencabut, A. Sulfikar A.B sebagai ketua DPP partai Parmindo dan mencalonkannya sebagai calon wakil prema, sehingga KPR-U meloloskan A. Sulfikar A.B pada tahap verifikasi calon wakil presma. Kejadian tersebut berlangsung pada tanggal 31 mei 2017. 

Seperti yang di ketahui, pada tanggal 29 mei 2017 KPR-U berhasil mengumumkan hasil verifikasi kelolosan partai politik mahasiswa sebagai peserta pemira tahun 2017. Hasil pengumuman tersebut meloloskan 5 partai dengan nomor urut sebagai berikut :
1. Partai Perjuangan Mahasiswa (Paperma) dengan no. Urut 1.
2. Partai Karya Insyan Cita (Partai Kita) dengan no. Urut 2.
3. Partai Mahasiswa Indonesia (Parmindo) dengan no. Urut 3.
4. Partai Generasi Baru (PGB) dengan no. Urut 4.
5. Partai Aspirasi Sejati (pasti) dengan no. Urut 5.

Kemudian pada tanggal 31 mei 2017 KPR-U membuka pendaftaran calon ketua presiden mahaiswa dan calon Wakil Presiden Mahsiswa UMM. Pada saat itulah parmindo mencalonkan A. Sulfikar A.B sebagai calon wakil presiden mahasiswa setelah partainya parmindo mencabut dirinya sebagai ketua dpp partai parmindo, sebab kalau dirinya tidak dicabut status kepengurusannya sebagai ketua dpp partai, maka akan dinyatakan bertentangan dengan undang-undang pemira.
Foto : Surat Keputusan partai parmindo tentang pencabutan A. Sulfikar. A.B yang di tanda tangani sendiri oleh A. Sulfikar A.B
Anehnya dalam surat keputusan partai parmindo tersebut, yang bertanda tangan atau yang mengesahkan pencabutan dirinya sebagai ketua dpp partai adalah A. Sulfikar A.B, berarti dirinya mencabut dirinya sendiri dong? Tapi Lebih aneh lagi KPR-U masih saja meloloskannya sebagai calon wakil presiden, ada apa? Jadi setelah berhasil meloloskan partainya sebagai salah satu peserta pemira, Sulfikar kemudian mengundurkan diri dari partai dan mencalonkan diri sebagai calon wakil presma.

Namun sepertinya, KPR-U sudah mengantongi bukti bahwa struktur kepengurusan partai parmindo pada saat diloloskannya sebagai peserta pemira adalah ketua dpp partai parmindo masih atas nama A. Sulfikar A.B. dan KPR-U juga sudah memegang bukti bahwa yang lolos sebagai calon wakil Presma umm adalah atas nama A. Sulfikar A.B pula.

Sebenarnya A. Sulfikar A.B ini, lolos sebagai seorang ketua dpp partai parmindo atau lolos sebagai calon wakil presma umm? Ataukah keduanya? Yang terjadi adalah, bahwa A. Sulfikar A.B ini telah lolos pada kedua-duanya, KPR-U ini bagaimana atau Sulfikar yang harus bagaimana? Masalahnya kalau A. Sulfikar A.B Lolos pada dua tahap tersebut maka jelas bertentangan dengan undang-undang lembaga intra.

Seperti yang di ketahui, ketentuan Undang-undang Lembaga Intra tentang Pemilihan Umum Raya Universitas Muhammadiyah Malang Pasal 15 tentang persyaratan calon pada point e menyatakan bahwa Seorang Calon yang di Usung "tidak sedang menjabat sebagai ketua umum organisasi lain, baik di dalam kampus maupun di luar kampus", aturannya cukup jelas bukan?

Tapi, mari kita lihat apakah KPR-U UMM berani memutuskan untuk membatalkan antara partai parmindo sebagai salah satu peserta pemira ataukah membatalkan calon yang di usung oleh partai parmindo sebagai calon wakil presma tersebut? Kalau calon wakil presma di gugurkan maka nasib partai parmindo sebagai salah satu peserta pemira mungkin masih bisa diselamatkan, tapi kalau partai parmindo yang cabut statusnya sebagai peserta pemira maka tamatlah keduanya, baik partai parmindo sebagai peserta pemira, maupun A. Sulfikar A.B sebagai calon wakil presma. bahkan partai pasti juga bisa tamat riwayatnya, karna berkualisi dengan partai parmindo.

Nah, keputusan mengenai dua hal tersebut kita serahkan kepada KPR-U atau kepada A. Sulfikar A.B itu sendiri?

Diketahui, partai parmindo dan partai pasti berkualisi dalam mencalonkan pasangan calon ketua presma dari partai pasti dan calon wakil ketua presma dari partai parmindo.

Mari kita tunggu saja apa yang akan terjadi, yang jelas kita ingin mewujudkan pemira umm 2017 yang baik dan bersih dari segala penyelewengan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.