Panorama Alam Hutan Mangrove
Cari Berita

Advertisement

Panorama Alam Hutan Mangrove

6 Jun 2017


Wisata hutan Mangrove atau BJBR terletak di Probolinggo, Jawa Timur merupakan tempat yang sudah dikenal oleh masyarakat luas baik lokal maupun mancanegara. Salah satu yang menjadi destina utama para turis yaitu panorama hutan Mangrove.

Wisata itu juga di tunjang dengan fasilitas hotel Terapung yang letaknya di tengah-tengah laut, sehingga membuat para turis merasa nyaman dan dapat menikmati malam yang indah. Para turis juga senang dengan keramahan dari orang-orang Probolinggo, karena masyarakat benar-benar menyambut tamu dengan ramah. Keindahan lain dari hutan Mangrove yaitu taman buatan di tata dengan indah dan unik sehingga membuat pengunjung merasa nyaman serta menikmati keindahan taman tersebut.

Hutan Mangrove juga semakin diperindah dengan adanya taman bunga matahari. Taman bungan matahari biasanya menjadi tujuan utama bagi pengunjung yang suka mengabadikan foto merka. Ketika senja tiba taman bunga matahari terlihat lebih indah. Ketika musim bunga matahari bermekaran banyak fotografer yang hunting di taman bunga matahari karena lebih indah serta warnanya sangat cerah.

Wisata hutan Mangrove Selain taman bunga matahari, ada juga taman Pinguin. Taman tersebut terdapat banyak patung pinguin mulai dari yang masih kecil hingga dewasa. Taman pinguin di tata dengan suasana seperti di laut antartika. Lokasi taman pinguin tepat berada di tepi laut hutan Mangrove, sehingga benar-benar seperti ada pinguin yangnyata. Taman tersebut juga terdapat air mancur, ketika kita melewati patung-patung pinguin ini air dengan sendirinya akan keluar dan membasahi pengunjung yang lewat. Banyak anak kecil yang suka main di taman Pinguin, karena air mancur yang secara tiba-tiba keluar membuat mereka senang dan gembira.

Pesona taman Pinguin ketika malam hari suasanya semakin indah karena adanya lampu warna-warni yang hidup bersamaan dengan air mancur. Pada umumnya wisatawan lebih suka mengunjungi taman pinguin di waktu malam hari.

Namun, pada siang hari suasana taman pinguin tetap indah karena akan terlihat seperti berada di luar negeri, sebab lokasinya berada di tepi pantai, pasir putih yang halus, dan bersih membuat menambah pesona keindahan lebih menarik. Hutan Mangrove juga tersedia kolam renang yang lokasinya tepat berada di tengah-tengah antara taman bunga matahari, taman pinguin, dan taman payung. Kolam renang tersebut terdapat banyak ikan kecil yang berwarna-warni. Kolam renang itu untuk anak kecil yang ingin menikmati suasana renang bersama ikan kecil yang berwarna-warni.

Selain anak kecil, juga banyak orang dewasa yang berenang disana untuk menikmati suasana renang bersama ikan-ikan cantik. Ikan yang berada di kolam renang itu tidak ganas atau sudah jinak, sehingga tidak terlalu membahayakan para perenang. Kolam renang tersebut tidak terlalu dalam agar tidak membahayakan para anak kecil. Kolam renang tersebut juga menyediakan keamanan untuk para anak kecil yang ingin berenang seperti tersedianya pelampung, perahu ban karet kecil, dan kaca mata renang untuk menikmati keindahan ikan berwarna-warni itu.

Bagi para orang tua tetap waspada menjaga keselamatan anaknya agar tidak terjadi sesuatu yang membahayakan. Keindahan selanjutnya yaitu adanya restoran yang berada di tengah- tengah pantai hutan Mangrove. Biasanya para turis yang lebih banyak mengujungi restoran itu. Restoran itu tidak hanya menyediakan makanan khas Probolinggo, tetapi juga makanan dari berbagai negara. Wisatawan asing sering menikmati makanan yang ada di sana karena rasanya khas serta harganya yang terjangkau.

Makanan yang paling di sukai oleh wisatawan asing pada umunya yaitu seafood balado khas Probolinggo rasanya super pedas. Menikmati keindahan dari wisata hutan Mangrove pengujung cukup membayar Rp 15.000/orang untuk hari Senin–Jumat, sedangkan untuk akhir pekan dan tanggal merah Rp 30.000/orang. Khusus bagi wisatawan yang berasal dari kota Probolinggo hanya fotocopy KTP sebagai bukti untuk masuk ke lokasi wisata hutan Mangrove akan mendapatkan potongan harga 50%.


Penulis : Putri Ayu Wulandari
(Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhamaddiyah Malang)