Polsek Pujon Sita Puluhan Botol Minuman Keras
Cari Berita

Advertisement

Polsek Pujon Sita Puluhan Botol Minuman Keras

28 Mei 2017

Indikatormalang.com - Petugas kepolisian dari Polsek Pujon Kabupaten Malang berhasil menyita puluhan botol minuman keras dari berbagai jenis dan merek, Jum'at (26/5/17).  Penyitaan dilakukan dari sebuah toko MA Milik SU (53) yang berada di Pujon Lor. Dari lokasi tersebut berhadil disita berbagai jenis minuman keras seperti Anggur dan Bir.  Menurut AKP Budiarto, Kapolsek Pujon, selain tidak memiliki ijin resmi, penyitaan tersebut dilakukan dalam rangka gelaran Operasi Pekat Semeru yang telah dimulai sejak 23 Mei hingga 3 Juni mendatang.  Operasi dilakukan terhadap beberapa toko yang sudah dicurigai menjual minuman keras secara ilegal.  "Hasilnya, toko MA tidak bisa menunjukkan surat ijin resmi" ungkap Budiarto dalam keterangan persnya.  Tersangka pemilik toko diduga telah melanggar Peraturan Menteri Perdagangan No. 6 Tahun 2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol. Berdasarkan undang-ubdang tersebut, tersangka terancam dikenai hukuman pencabutan Izin Usaha.  Seperti diketahui, Operasi Pekat Semeru 2017 yang akan berlangsung selama dua minggu tersebut akan difokuskan pada usaha untuk meminimalisir potensi gangguan kamtibmas dan penyakit masyarakat seperti tindak premanisme, pornografi, narkoba, dan miras.
Kantor Polsek Pujon / Foto: BatuId
Indikatormalang.com - Petugas kepolisian dari Polsek Pujon Kabupaten Malang berhasil menyita puluhan botol minuman keras dari berbagai jenis dan merek, Jum'at (26/5/17).

Penyitaan dilakukan dari sebuah toko MA Milik SU (53) yang berada di Pujon Lor. Dari lokasi tersebut berhadil disita berbagai jenis minuman keras seperti Anggur dan Bir.

Menurut AKP Budiarto, Kapolsek Pujon, selain tidak memiliki ijin resmi, penyitaan tersebut dilakukan dalam rangka gelaran Operasi Pekat Semeru yang telah dimulai sejak 23 Mei hingga 3 Juni mendatang.

Operasi dilakukan terhadap beberapa toko yang sudah dicurigai menjual minuman keras secara ilegal. "Hasilnya, toko MA tidak bisa menunjukkan surat ijin resmi" ungkap Budiarto dalam keterangan persnya.

Tersangka pemilik toko diduga telah melanggar Peraturan Menteri Perdagangan No. 6 Tahun 2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol. Berdasarkan undang-ubdang tersebut, tersangka terancam dikenai hukuman pencabutan Izin Usaha.

Seperti diketahui, Operasi Pekat Semeru 2017 yang akan berlangsung selama dua minggu tersebut akan difokuskan pada usaha untuk meminimalisir potensi gangguan kamtibmas dan penyakit masyarakat seperti tindak premanisme, pornografi, narkoba, dan miras.