Mengapa 3 Hari ini Malang Sering Hujan? Ini Sebabnya
Cari Berita

Advertisement

Mengapa 3 Hari ini Malang Sering Hujan? Ini Sebabnya

30 Mei 2017

Indikatormalang.com - Setelah beberapa lama Malang Raya tidak diguyur hujan. Tiba-tiba dalam 3 hari malang diguyur hujan.  Menurut BMKG juanda, hujan yang melanda sebagian besar wilayah Jawa Timur disebabkan faktor lokal yakni hangatnya suhu muka air laut dan pusat tekanan rendah.  "Saat ini kondisi suhu muka air laut di Selat Madura dan Samudra Hindia Selatan Jatim cukup hangat" ungkap  Okky Sukma Hakim, Prakirawan BMKG Juanda via suarasurabaya.net.  "Kondisi ini yang memicu pembentukan awan konvektif yang mengakibatkan hujan di wilayah Jatim," tambah Okky.  Selain itu, Menurut Okky, adanya udara yang berosiliasi dari bumi ke luar cukup tinggi hingga mengakibatkan terbentuknya tekanan rendah di Samudra Hindia. Di sebelah barat Sumatra, pusat atmosfer bertekanan rendah ditambah adanya tekanan udara tinggi Samudra Pasifik timur Australia. Dimana suhu udara di wilayah tersebut dingin.  "Udara dingin ini terbawa angin sampai ke pusat tekanan rendah. Saat melintas menuju pusat tekanan rendah inilah, dia melintasi pulau Jawa. Ditambah angin horizontal tidak terlalu kencang memicu tumbuh awan CB," erang Okky lebih lanjut.  Melihat perpaduan dua kondisi tersebut, Jawa Timur berpotensi diguyur selama 2-3 hari ke depan.  "Saat ini Jawa Timur masih memasuki musim transisi. Musim kemarau sendiri akan terjadi akhir Mei hingga awal Juni," pungkas Okky.
Indikatormalang.com - Setelah beberapa lama Malang Raya tidak diguyur hujan. Tiba-tiba dalam 3 hari malang diguyur hujan.

Menurut BMKG juanda, hujan yang melanda sebagian besar wilayah Jawa Timur disebabkan faktor lokal yakni hangatnya suhu muka air laut dan pusat tekanan rendah.

"Saat ini kondisi suhu muka air laut di Selat Madura dan Samudra Hindia Selatan Jatim cukup hangat" ungkap Okky Sukma Hakim, Prakirawan BMKG Juanda via suarasurabaya.net.

"Kondisi ini yang memicu pembentukan awan konvektif yang mengakibatkan hujan di wilayah Jatim," tambah Okky.

Selain itu, Menurut Okky, adanya udara yang berosiliasi dari bumi ke luar cukup tinggi hingga mengakibatkan terbentuknya tekanan rendah di Samudra Hindia.

Di sebelah barat Sumatra, pusat atmosfer bertekanan rendah ditambah adanya tekanan udara tinggi Samudra Pasifik timur Australia. Dimana suhu udara di wilayah tersebut dingin.

"Udara dingin ini terbawa angin sampai ke pusat tekanan rendah. Saat melintas menuju pusat tekanan rendah inilah, dia melintasi pulau Jawa. Ditambah angin horizontal tidak terlalu kencang memicu tumbuh awan CB," terang Okky lebih lanjut.

Melihat perpaduan dua kondisi tersebut, Jawa Timur berpotensi diguyur hujan selama 2-3 hari ke depan.

"Saat ini Jawa Timur masih memasuki musim transisi. Musim kemarau sendiri akan terjadi akhir Mei hingga awal Juni," pungkas Okky.