Kasihan, Anak Difabel Ini Diamuk Warga
Cari Berita

Advertisement

Kasihan, Anak Difabel Ini Diamuk Warga

4 Mei 2017

Indikatormalang.com - Sungguh malang nian nasib yang dialami oleh Rony Prastya Budi (22), warga Genengan Pakisaji. Rony terpaksa harus menanggung derita dengan rasa sakit yang tak berkesudahan akibat diamuk warga yang tidak bertanggung jawab.  Rony, pemuda dengan kondisi memiliki kebutuhan khusus tersebut diamuk beberapa warga Kebonagung karena diduga sebagai penculik anak kecil.  "Ini sungguh perbuatan yang tidak bertanggung jawab mas, waspada itu penting, tapi perlu sikap tabayyun dulu" ucap Salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya tersebut.  Warga tersebut menyayangkan sikap aksi main hakim sendiri yang dilakukan oleh beberap oknum warga tanpa berusaha untuk mendalami latar belakang korban.  Kejadian bermula saat orangtua seorang anak berinisial NZ (8) kebingungan melihat anaknya tidak pulang sekolah. NZ bersekolah disalah satu sekolah di daerah Kebonagung.  Biasanya NZ pulang tepat waktu usai jam sekolah. Satu jam kemudian NZ datang, orang tuanya kemudian menanyainya. Dari hasil pengakuannya,  ternyata NZ diajak main bola oleh Rony disebuah kawasan. Bahkan NZ dikasih uang oleh Rony untuk menemaninya bermain bola.  Merasa curiga dengan apa yang dilakukan oleh Rony, apalagi disaat bersamaan sedang berkembang isu penculikan anak. Orang tua NZ kemudian mengajak beberapa warga beserta satpam sekolah untuk menangkap Rony yang rencananya akan mengajak NZ bermain bola lagi.  Satu jam kemudian pada saat tengah hari, dengan mengendarai sepeda motor Rony kembali mendatangi NZ untuk bermain bola. Melihat orang yang ditunggunya sudah datang warga kemudian menangkapnya hingga terjadi penghakiman massa.  Disaat bersamaan, melintas anggota Satlantas. Melihat kejadian tersebut, petugas satlantas mendatangi lokasi dan mengamankan Rony dari amukan massa. Petugas kemudian membawanya ke Polsek Pakisaji.  Saat menjalani pemeriksaan, usut punya usut diketahui Rony ternyata mengalami masalah keterbelakangan mental.  Menurut keterangan dari orangtuanya yang saat itu datang bersama dengan saudara kembar korban, korban memang suka bermain dengan anak kecil.
Rony Prastya Budy terpaksa menanngung derita akibat kesalahpahaman antara dirinya dengan beberapa warga / Foto ; Istimewa
Indikatormalang.com - Sungguh malang nian nasib yang dialami oleh Rony Prastya Budi (22), warga Genengan Pakisaji. Rony terpaksa harus menanggung derita dengan rasa sakit yang tak berkesudahan akibat diamuk warga yang tidak bertanggung jawab, Rabu (3/4/17).

Rony, pemuda dengan kondisi memiliki kebutuhan khusus tersebut diamuk beberapa warga Kebonagung karena diduga sebagai penculik anak kecil.

"Ini sungguh perbuatan yang tidak bertanggung jawab mas, waspada itu penting, tapi perlu sikap tabayyun dulu" ucap Salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya tersebut.

Warga tersebut menyayangkan sikap aksi main hakim sendiri yang dilakukan oleh beberap oknum warga tanpa berusaha untuk mendalami latar belakang korban.

Kejadian bermula saat orangtua seorang anak berinisial NZ (8) kebingungan melihat anaknya tidak pulang sekolah. NZ bersekolah disalah satu sekolah di daerah Kebonagung. Biasanya NZ pulang tepat waktu usai jam sekolah.

Satu jam kemudian NZ datang, orang tuanya kemudian menanyainya. Dari hasil pengakuannya, ternyata NZ diajak main bola oleh Rony disebuah kawasan. Bahkan NZ dikasih uang oleh Rony untuk menemaninya bermain bola.

Merasa curiga dengan apa yang dilakukan oleh Rony, apalagi disaat bersamaan sedang berkembang isu penculikan anak. Orang tua NZ kemudian mengajak beberapa warga beserta satpam sekolah untuk menangkap Rony yang rencananya akan mengajak NZ bermain bola lagi.

Satu jam kemudian pada saat tengah hari, dengan mengendarai sepeda motor Rony kembali mendatangi NZ untuk bermain bola. Melihat orang yang ditunggunya sudah datang warga kemudian menangkapnya hingga terjadi penghakiman massa.

Disaat bersamaan, melintas anggota Satlantas. Melihat kejadian tersebut, petugas satlantas mendatangi lokasi dan mengamankan Rony dari amukan massa. Petugas kemudian membawanya ke Polsek Pakisaji.

Saat menjalani pemeriksaan, usut punya usut diketahui Rony ternyata mengalami masalah keterbelakangan mental. Menurut keterangan dari orangtuanya yang saat itu datang bersama dengan saudara kembar korban, korban memang suka bermain dengan anak kecil.