Sepuluh Tips Mendaki Gunung Dengan Aman
Cari Berita

Advertisement

Sepuluh Tips Mendaki Gunung Dengan Aman

26 Apr 2017

Seorang Pendaki Sedang Melintasi Padang Savana di Sebuah Lereng  Pegunungan yang Ada di Jawa timur / Foto : Istimewa
Indikatormalang.com - Mendaki gunung saat ini merupakan hobby yang diminati oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia. Namun, kurangnya pemahaman, pembekalan, dan kewaspadaan saat mendaki menjadi faktor utama penyebab terjadinya kecelakaan saat mendaki Gunung.

Berikut indikator Malang akan memberikan beberapa tips mendagi gunung yang aman dan nyaman kepada para pendaki, tips ini dikumpulkan dari berbagai sumber, tentu saja dari para pendaki yang sudah berpengalaman (expert).

Tentukan Tanggal. 
Menentukan tanggal adalah penting. Pentingnya penentuan tanggal adalah agar dalam kegiatan pendakian, kita bisa nyaman dan tidak dikejar oleh deadline. Usahakan memilih tanggal yang bebas dari rutinitas seperti jadwal pekerjaan dan lain - lain.

Tentukan Destinasi Pendakian.
Menentukan destinasi pendakian tidak sekedar memenuhi keinginan. Memilih destinasi pendakian harus menyesuaikan dengan kondisi fisik saat sebelum pendakian.

Perkirakan Estimasi Waktu Keberangkatan, Kepulangan dan Waktu di Gunung.
Memperkirakan estimasi waktu merupakan sesuatu yang tak kalah penting. Perkiraan estimasi waktu berfungsi untuk menentukan logistik pangan utamanya. Berikan senggang waktu pada jadwal pendakian anda agar bila ada hambatan anda sudah siap. Disarankan agar waktu pendakian lebih kondisional (melihat kondisi) dan tentunya anda harus mempersiapkan logistik yang lebih.

Memantau Cuaca dan Keadaan Pegunungan.
Sebelum mendaki hendaknya memantau cuaca di daerah lokasi gunung. Hal ini merupakan hal yang penting karena gunung rawan akan badai. Banyak pendaki menyepelehkan hal ini. Hal ini merupakan faktor utama yang menyebabkan maraknya musibah seperti hipotermia maupun tersambar petir. Memang alam tidak dapat ditebak, tentu kembali pada diri kita untuk mempersiapkan alat alat seperti flysheet, jas hujan, rain cover dan jaket tebal untuk melindungi diri kita dan barang kita dari dinginnya angin gunung maupun hujan. Untuk info cuaca bisa di cek di situs BMKG maupun di grup komunitas pendaki di facebook.

Mendaki Bersama (rombongan), Pastikan Salah Satu Anggotanya Berpengalaman.
Usahakan ada orang yang pernah atau berpengalaman mendaki gunung di destinasi anda. Hal ini perlu karena orang yang berpengalaman tentu akan memahami medan gunung destinasi anda. Usahakan minimal 2 orang yang pernah mendaki ke gunung destinasi anda.

Bawalah Kotak P3K Lengkap Beserta Isinya.
Di gunung berbeda dengan di dataran rendah. Medan yang menukik pada saat naik, dan curam saat turun maupun angin gunung yang sering menyebabkan kecelakaan maupun penyakit gunung seperti demam dll. Usahakan tetap membawa kotak p3k sebagai langkah pertolongan pertama , jika makin parah mintalah pertolongan pada pendaki lain ataupun lapor ke petugas perhutani.

Bawalah Bahan Makanan Berkarbohidrat, Mengandung Gula  dan Serat.
Seringkali tenaga kita terforsir dalam mendaki gunung apalagi saat berjalan di medan yang miring. Perbanyak bahan makanan yang mengandung karbohidrat seperti nasi atau gandum bisa juga roti. Usahakan membuat air gula sebagai pendamping air mineral. Juga membawa cemilan manis seperti coklat, karena coklat selain mengandung karbohidrat juga bahan makanan yang menjaga kestabilan suhu tubuh dan buah sebagai serat untuk memperlancar metabolisme dan asupan vitamin.

Jangan Lupa Pakaian dan Perlengkapan Mandi.
Membawa perlengkapan mandi membantu kita untuk dapat terlihat segar dan terbebas dari debu debu yang menimbulkan flek pada kulit. Namun, jangan mencemari air yang ada di gunung, tetap bersihkan diri dan buang air deterjen pada tanah. Membawa ganti selain mengurangi bau badan yang menyengat, pakaian baru adalah sebagai pengganti pakaian kita yang basah akan keringat sehingga tidak mudah menyerap dingin. Usahakan bukan bahan jeans karena selain berat, bahan jeans mudah menyerap dingin dan susah kering ketika basah.

Patuhi Peraturan Pengelola dan  Ikuti Jalur yang Sudah Disediakan.

Seringkali pendaki menerobos peraturan yang dikeluarkan oleh pihak pengelola seperti batasan pendakian dan jalur yang sudah ditentukan. Tentu sebelum dikeluarkannya peraturan sudah dikaji bagaimana dampak dampak yang merugikan pendaki maupun pengelola. Jadi baiknya tetap taati peraturan sebagai penentu keselamatan kita. Lamanya pendakian mempengaruhi pendaki dalam memotong jalur / potong kompas yang sering menimbulkan pendaki tersesat. Jika belum ada kemampuan dalam membaca navigasi kompas alangkah lebih baik tetap mengikuti jalur yang sudah disediakan oleh pihak pengelola.

Bawa Sampah Anda Pulang.
Hal ini sangat penting karena selain dampak ekologi yang ditimbulkan akibat sampah yang sulit diurai seperti plastik, besi dan lain-lain, di beberapa gunung di Indonesia sekarang memberlakukan sistem pungut kembali. Jadi jika data logistik tidak sesuai dengan sampah yang dibawa turun, pendaki akan dipaksa untuk mengambilnya kembali di camp area ataupun terkena label black list yang artinya tidak dapat menaikki gunung itu kembali. Hal ini bisa anda temukan di Gunung Semeru.

Begitulah tips tips yang indikator Malang berikan, semoga bermanfaat, salam lestari, dan selamat mendaki. Pastikan anda aman, nyaman, dan selamat.


Penulis : Faris Fauzan