Perbedaan Keyakinan Terhadap Agama: Kritik Feminisme Liberal
Cari Berita

Advertisement

Perbedaan Keyakinan Terhadap Agama: Kritik Feminisme Liberal

25 Apr 2017

Foto : Penulis








Mungkin sebagian orang hidup dengan keyakinannya sampai kapanpun, sampai mereka meninggal. Namun dalam novel ini dengan judul “Di Antara Dua Sujud” karya Muhammad Irata menceritakan bahwa keinginan tokoh perempuan ini berubah keyakinanya terhadap Tuhan semenjak Dia mengenal lelaki yang bernama Furqon. Bisa dibayangkan bagaimana perubahan itu bisa terjadi jika seseorang itu tidak mengenal dengan baik orang yang dipercayainya, tidak dengan mudah bisa percaya begitu saja. Tapi kenyataanya dalam novel ini orang yang benar-benar tidak percaya akan Tuhan bisa berubah karena seseorang.

Dalam novel ini menceritakan tentang tokoh perempuan dan laki-laki yang kenal tidak terlalu lama dan akhirnya mereka menjadi akrab. Kehidupan tokoh perempua sangat berlika-liku kedua orang tuanya sudah meninggal dunia Ia asli orang Jepang tetapi Dia ke Indosesia rencana awalnya hanya untuk berjalan-jalan dan semenjak Ia bertemu dengan Furqon semenjak itu pula Ia berubah keyakinannya tetapi secara bertahap perubahannya tersebut.

Nayumi ini bekerja untuk kehidupannya dan Ia memiliki adik yang harus Ia urus sehingga Nayumi harus bekerja layaknya orangtua yang menghidupi anaknya, begitulah yang harus Ia lakukan.
“Aku pun tidak tahu. Jika Tuhan itu memang ada, semoga kali ini Dia menolongku.” Furqon tampak terenyak. “Apa … kamu kini mulai meyakini keberadaan Tuhan, Nayumi? Nayumi mulai mempercayai Tuhan itu ada walaupun belum sepenuhnya percaya. Tetapi keyakinannya mulai berubah dan mulai percaya bahwa Tuhan itu ada.

Nayumi pekerjaaannya sebagai bintang film porno di negaranya Jepang, walaupun sebenarnya Ia tidak mau bekerja seperti itu tetapi Dia terpaksa melakukannya karena Kotaro yang membuat Ia terkenal dan menghidupinya rasanya Nayumi sudah tidak mau bekerja seperti itu lagi tetapi Kotaro mengancam Nayumi yang berada di Indonesia jika tidak segera ke Jepang adiknya Miyarilah yang akan dijadikan sebagai film porno.

Nayumi bimbang dan binggung karena disatu sisi Ia sangat menyayangi adiknya lebih dari apapun karena itu adalah tanggung jawabnya sebagai kakak.

“sejak Kotaro memimpin Bouryokudan, barulah Miyari sadar. Miyari sering ketakutan bila Kotaro mulai mengintimidasi kami. Akhirnya aku meminta Miyari pergi ke Miyagi menemui paman Hichiro untuk sembunyi di sana.” Pengambaran mengenai keyakinan Nayumi terhadap Tuhan dalam novel ini bisa dirasakan perjuangan Nayumi untuk melindungi adik semata wayangnya supaya tidak bekerja di Kotaro yaitu hanya untuk menguntungkan Kotaro semata dan perusahaannya. Ia begitu bimbang apa yang harus Ia lakukan karena di satu sisi sebanarnya Nayumi tidak berniat meninggalkan Indonesia selain Ia sudah merasa nyaman dan bahagia karena menemukan sosok yang begitu pengertian dan baik hati dan bisa merubah Nayumi menjadi wanita yang baik dan percaya kepada Tuahan.

“Boleh ajari aku berwudu? Hati Furqon kembali berdesir mendengar permintaan Nayumi itu. Seorang gadis sekuler yang tak berminat pada agama tiba-tiba di depannya meminta diajari berwudu. Sejenak pandangan Furqon terpaku terhadap Nayumi. Ia menyuruh Nayumi memilih keran air di bagian tempat wudu wanita. Nayumi mengangguk senang. Pelan-pelan Nayumi mulai membasuh anggota tubuhnya dengan isyarat suara dari Furqon.

Dari kutipan diatas kita dapat memetik sebuah pelajaran yang berharga, yaitu yang awalnya Ia bekerja sebagai bintang porno dan tidak percaya terhadap Tuhan semenjak Dia mengenal Furqon semuannya berubah keyakinannya berubah bahwa Tuhan itu benar-benar ada. Selama ini anggapannya salah pada keyakinannya bahwa Tuhan itu tidak ada. Tetapi sekarang Nayumi percarcaya bahwa Tuhan itu ada.

Cerita singkat di atas sudah mampu menunjukan bahwa tidak ada yang tidak bisa berubah jika anggapan masyarakat anak yang benar-benar nakal orang itu tidak bisa berubah, anggapan seperti itu salah karena setiap manusia bisa berubah terhadap keyakinannya terhadap Tuhan atau bahkan Ia harus rela meninggalkan pekerjaan yang dilarang oleh agama.

Dalam novel ini, pengaruh keyakinan Furqon sangat besar terhadap Nayumi karena Ia yang tidak percaya kepada Tuhan setelah Ia mengenal Furqon lama-kelamaan Ia berubah dan akhirnya Ia mempercayai bahwa Tuhan itu ada. Betapa besar terhadap pengaruh yang diberikan Furqon kepada Nayumi sehingga Dia bisa mempercayai Tuhan itu ada. Sosial yang ada di novel ini sangat bagus sekali karena tokoh utamanya tidak membeda-bedakan kebudayaan. Memang benar latar belakang sosial seseorang tidak mempengaruhi untuk berteman kepada seseorang, intinya harus saling percaya antara satu dengan yang lain, karena dengan kepercayaanlah yang membuat seseorang itu bisa percaya terhadap individu.

Berdasarkan penjabaran di atas, dapat disimpulkan bahwa keyakinan seseorang bisa dilihat dari seberapa yakin dan percaya seseorang itu kepada sahabatnya, bukan dilihat dari sama-sama orang Indonesia atau Jepangnya saja, melainkan dilihat dari. Perbedaan itu merupakan suatu kekurangan masing-masing individu yang harus ditutupi oleh sahabatnya supaya terjalin silaturahmi terhadap masyarakat-masyarakat yang berbeda daerah, kota, dan bahkan negara sekalipun. Untuk itu kita harus bisa menghargai keyakinan dan kepercayaan orang lain terhadap Tuhan. Dalam novel ini Ia awalnya tidak yakin dan percaya, tetapi semenjak mengenal Furqon Ia percaya bahwa Tuhan itu ada. Cerita di atas menunjukkan bahwa kita harus bisa memilih teman mana yang benar-benar baik dan mana yang benar-benar tulus bukan dilihat dari harta atau kedudukan karena semua itu tidak penting.

“aku tidak tahu, apakah masih ada cinta untuk orang sepertik. Aku sama sekali tidak menginginkan lahir sebagai bintang porno. Bahkan aku sama sekali tidak menginginkan lahir ke dunia ini. Tapi takdir yang menginginkan itu. Takdir yang menjadikan hidupku seperti itu.”

“Aku telah menemukan arti cinta yang sesungguhnya. Kamu banyak mengajariku tentang semuanya. Tentang arti Tuhan, tentang kehidupan, tentang segalanya yang telah membuka mata hatiku.”
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa dalam novel ini banyak sekali yang dapat diambil maknanya dan pelajarannya, karena tidak hanya bercerita tentang cinta saja. Tetapi banyak memberi wawasan yaitu tentang agama, memuliakan wanita.

Terlihat sekali pemuda yang bernama Furqon sangat memuliakan wanita, misalnya pada Nayumi Ia memuliakan dan ingin menjaganya walaupun berbeda keyakinan dan agama tetapi dia tetap ingin memuliakan perempuan. Walaupun belum pasti seseorang itu jodoh kita atau tidak tapi yang pasti dalam novel ini ingin memuliakan semua perempuan.


Penulis : Titi Kurnia
Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia
Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Malang