Awalnya 2000 Log, Warga Binaan PKH Ini Sukses Budidayakan Jamur Tiram
Cari Berita

Advertisement

Awalnya 2000 Log, Warga Binaan PKH Ini Sukses Budidayakan Jamur Tiram

14 Apr 2017

Indikatormalang.com - Tim Pendamping PKH Poncokusumo Kabupaten Malang  membuat terobosan baru untuk para penerima Program Keluarga Harapan (PKH).   Tim pendamping membina warga untuk membudidayakan Jamur Tiram. Sampai saat ini, jumlah jamur tiram yang telah di budidayakan telah mencapai 3.000 log, Kamis, (13/4/17).  Yanuar Darmadi selaku pendamping PKH Poncokusumo berharap dengan adanya program budidaya jamur tiram tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan warga penerima program PKH. "Harapannya bisa meningkatkan kesejahteraan anggota" ujarnya.  Lebih lanjut Yanuar mengungkapkan, awalnya Jamur Tiram hanya berjumlah 2.000 log, namun setelah di kembangkan, jumlahnya sekarang sudah mencapai 3.000 log. Untuk mengembangkan budi daya Jamur tiram, para warga binaan PKH awalnya hanya bermodalkan uang kas anggota kelompok.  "Dulu awalnya masih 2.000 log, modalnya dari uang kas kelompok PKH sesuai kesepakatan peserta. Sekarang berkembang sudah jadi 3.000 log" ungkapnya kepada Indikator Malang.
Foto bersama antara pendamping PKH Poncokusumo dan kelompok PKH Desa Pajaran kabupaten Malang. 

Indikatormalang.com - Tim Pendamping PKH Poncokusumo Kabupaten Malang  membuat terobosan baru untuk para penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

Tim pendamping membina warga untuk membudidayakan Jamur Tiram. Sampai saat ini, jumlah jamur tiram yang telah di budidayakan telah mencapai 3.000 log, Kamis, (13/4/17).

Yanuar Darmadi selaku pendamping PKH Poncokusumo berharap dengan adanya program budidaya jamur tiram tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan warga penerima program PKH.

"Harapannya bisa meningkatkan kesejahteraan anggota" ujarnya.

Lebih lanjut Yanuar mengungkapkan, awalnya Jamur Tiram hanya berjumlah 2.000 log, namun setelah di kembangkan, jumlahnya sekarang sudah mencapai 3.000 log. Untuk mengembangkan budi daya Jamur tiram, para warga binaan PKH awalnya hanya bermodalkan uang kas anggota kelompok.

"Dulu awalnya masih 2.000 log, modalnya dari uang kas kelompok PKH sesuai kesepakatan peserta. Sekarang berkembang sudah jadi 3.000 log" ungkapnya kepada Indikator Malang.

Pendamping poncokusumo bersama Anggota PKH Desa Pajaran Sedang melakukan pemeriksaan kondisi jamur tiram. 
Dalam pengelolaannya menggunakan sistem bagi hasil. Yanuar menjelaskan bahwa pembagian hasil dilakukan setiap kali panen, sementara sebagian disisihkan untuk penambahan modal dan pengembangan usaha.

"Sistem bagi hasilnya setiap kali panen, yang jelas 30% kita sisihkan untuk penambahan modal dan pengembangan" jelasnya.