Tim Saber Pungli Tangkap Tangan Kades Tegalgondo
Cari Berita

Advertisement

Tim Saber Pungli Tangkap Tangan Kades Tegalgondo

23 Mar 2017

Indikatormalang.com - Tim Saber Pungli Polres Malang melakukan OTT terhadap seorang Kepala Desa, (21/3/17).  Usman (46) Kepala Desa Tegalgondo, Kecamatan Karangploso, ditangkap sesaat setelah menerima uang suap.  Usman diduga menerima uang suap terkait pengurusan sertifikat tanah, di rumahnya di Dusun Gondang Tegalgondo.  Petugas berhasil mengamankan uang suap sebesar Rp 10 juta. Termasuk diantaranya beberapa barang bukti berupa berkas untuk pembuatan sertifikat tanah.   “Penangkapan kami lakukan malam hari sekitar pukul 19.30” ujar Kompol Dicky Ketua Tim Saber Pungli Kabupaten Malang. Hingga saat ini tersangka masih menjalani proses pemeriksaan.  Berdasarkan informasi yang beredar, penangkapan terkait proses pengurusan sertifikat tanah milik seorang bernama Mahfud warga Jarakan Donowarih Karangploso.   Untuk membubuhkan tanda tangan dalam salah satu dokumen, Usman meminta imbalan sebesar 10 Juta. Usman mengancam tidak akan menandatangani dokumen jika tidak ada uang pelicin.  Usman ditangkap saat menerima uang dari Wanita bernama Dina seorang staf pejabat pembuat akta tanah (PPAT) Sri Noviani, yang mengurusi surat tanah tersebut.
Tersangka Usman saat Press Rilis di Mapolres Malang / Foto : Tribratanewsmalang
Indikatormalang.com - Tim Saber Pungli Polres Malang melakukan OTT terhadap seorang Kepala Desa, (21/3/17). 

Usman (46) Kepala Desa Tegalgondo, Kecamatan Karangploso, ditangkap di rumahnya dusun Gondang Tegalgondo sesaat setelah menerima uang suap terkait pengurusan sertifikat tanah.

Petugas berhasil mengamankan uang suap sebesar Rp 10 juta. Termasuk diantaranya beberapa barang bukti berupa berkas untuk pembuatan sertifikat tanah.

“Penangkapan kami lakukan malam hari sekitar pukul 19.30” ujar Kompol Dicky Ketua Tim Saber Pungli Kabupaten Malang. Hingga saat ini tersangka masih menjalani proses pemeriksaan.

Berdasarkan informasi yang beredar, Usman melakukan pemerasan terkait proses pengurusan sertifikat tanah milik seorang bernama Mahfud warga Jarakan Donowarih Karangploso.

Untuk membubuhkan tanda tangan dalam salah satu dokumen, Usman meminta imbalan sebesar 10 Juta. Usman mengancam tidak akan menandatangani dokumen jika tidak ada uang pelicin.

Usman ditangkap saat menerima uang dari Wanita bernama Dina seorang staf pejabat pembuat akta tanah (PPAT) Sri Noviani, yang mengurusi surat tanah tersebut.