Rumah Walikota Dikepung Ratusan Sopir Angkot
Cari Berita

Advertisement

Rumah Walikota Dikepung Ratusan Sopir Angkot

7 Mar 2017

Indikatormalang.com - Ratusan sopir angkot rupanya masih belum berpuas hati dengan kesepakatan yang telah dibuat.   Merekapun ngeluruk (7/3/17) kediaman rumah Wali Kota Malang Abah Anton. Sekitar jam empat sore rumah Walikota dikepung oleh para sopir.  Para sopir memakir angkot mereka di sepanjang jalan Dinoyo hingga depan rumah walikota.   Kemacetan pun tidak bisa di elakkan. Hingga jam enam sore mereka masih terus mengepung rumah Walikota. Mereka menuntut angkutan berbasis online harus ditutup total.  Sebelumnya para sopir tersebut sudah mengadakan audiensi bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur. Namun Mereka tetap menolak keberadaan angkutan umum berbasis online dan meminta agar pemerintah menutup secara total.  Tanda-tanda aksi akan terus berlarut ketika sebagian para sopir yang tidak puas masih berada di kawasan Gedung DPRD Kota Malang. Mereka terus meneriakkan tuntutan penutupan total.
Ratusan Sopir Angkot Mengepung Rumah Walikota Malang / Foto : SHS Ana
Indikatormalang.com - Ratusan sopir angkot rupanya masih belum berpuas hati dengan kesepakatan yang telah dibuat.

Merekapun ngeluruk (7/3/17) kediaman rumah Wali Kota Malang Abah Anton. Sekitar jam empat sore rumah Walikota dikepung oleh para sopir.

Para sopir memarkir angkot mereka di sepanjang jalan Dinoyo hingga depan rumah walikota. Kemacetan pun tidak bisa di elakkan.

Hingga jam enam sore mereka masih terus mengepung rumah Walikota. Mereka menuntut angkutan berbasis online harus ditutup total.

Sebelumnya para sopir tersebut sudah mengadakan audiensi bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur. Dalam audiensi antara perwakilan para sopir dengan pihak terkait menghasilkan beberapa poin kesepakatan.

Namun, sebagian dari para sopir menolak kesepakatan. Mereka tetap menolak keberadaan angkutan umum berbasis online dan meminta agar pemerintah menutupnya secara total.

Tanda-tanda aksi akan terus berlarut ketika sebagian para sopir yang tidak puas masih berada di kawasan Gedung DPRD Kota Malang. Mereka terus meneriakkan tuntutan penutupan transportasi online secara total.