PDAM Kota Malang Puncaki Keluhan Sambat Online
Cari Berita

Advertisement

PDAM Kota Malang Puncaki Keluhan Sambat Online

4 Mar 2017

Indikatormalang.com - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Malang dalam sebulan terakhir paling banyak mendapatkan keluhan di Sistem Aplikasi Masyarakat Bertanya Terpadu Online (Sambat online) milik Pemerintah Kota Malang.  Berdasarkan pantauan Indikator Malang pada laman sambat online, Sabtu (4/2/2017), setidaknya ada 30 kali aduan yang beragam ditujukan kepada PDAM Kota Malang.  "PDAM lagi PDAM lagi.. masih musim penghujan volume airnya kok sering kecil sekali..kami di Bandulan RW 06 sering "dikerjain" PDAM...tolong jangan permainkan kami" keluh salah satu warga via SMS  +6281235406xxx pada aplikasi Sambat Online (21/2/2017).  Selain permasalahan volumen air yang kecil, pemilik slogan "Pelayanan Terbaik Adalah Kebanggaan Kami" tersebut juga mendapat keluhan lainnya seperti masalah transparansi pembayaran, dan layanan air yang mati selama 24 jam.  Sayangnya, dari semua keluhan warga yang masuk di aplikasi  tersebut rata-rata hanya mendapatkan tanggapan pesan otomatis dari sistem yang menerangkan bahwa keluhan masih diproses.  "MAAF TIKET INI BELUM ADA TANGGAPAN, MASIH DALAM PROSES" pesannya pada kolom tanggapan sambat online.
Tampilan Foto Layanan Pengaduan Pada Situs PDAM Kota Malang


Indikatormalang.com - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Malang paling banyak mendapatkan keluhan di Sistem Aplikasi Masyarakat Bertanya Terpadu Online (Sambat online) milik Pemerintah Kota Malang.

Berdasarkan pantauan Indikator Malang pada laman sambat online, Sabtu (4/2/2017), setidaknya ada 30 kali aduan yang beragam ditujukan kepada PDAM Kota Malang.

"PDAM lagi PDAM lagi.. masih musim penghujan volume airnya kok sering kecil sekali..kami di Bandulan RW 06 sering "dikerjain" PDAM...tolong jangan permainkan kami" keluh salah satu warga via SMS  +6281235406xxx pada aplikasi Sambat Online (21/2/2017).

Selain permasalahan volumen air yang kecil, pemilik slogan "Pelayanan Terbaik Adalah Kebanggaan Kami" tersebut juga mendapat keluhan lainnya seperti masalah transparansi pembayaran, dan layanan air yang mati selama 24 jam.

Sayangnya, dari semua keluhan warga yang masuk di aplikasi  tersebut rata-rata hanya mendapatkan tanggapan pesan otomatis dari sistem yang menerangkan bahwa keluhan masih diproses.

"MAAF TIKET INI BELUM ADA TANGGAPAN, MASIH DALAM PROSES" pesannya pada kolom tanggapan sambat online.