Kesal Tak Ditanggapi, Pengguna Sebut Sambat Online Hanya PHP!
Cari Berita

Advertisement

Kesal Tak Ditanggapi, Pengguna Sebut Sambat Online Hanya PHP!

4 Mar 2017

Indikatormalang.com - Peluncuran laman Web Sambat Online oleh Pemkot Malang rupanya masih belum bisa memenuhi harapan warga masyarakat Kota Malang. Beberapa pengguna mulai mengeluhkan kegunaan Sambat Online. Pengguna mengeluhkan lambatnya  respon yang diberikan oleh pihak pengelola Sambat online terkait laporan dan pertanyaan Warga. Bahkan banyak pertanyaan dan laporan yang tidak direspon sama sekali oleh pengelola.  Bahkan tak jarang, saking kesalnya para pengguna sampai mengumpat di laman Sambat Online karena tidak mendapat kepastian. Salah seorang warga misalnya,  mengeluhkan pelayanan sambat online yang tidak pernah menanggapi sambatnya. Warga tersebut mengirim keluhan di via sms pada website sambat online di halaman 10-11, namun tak satupun yang di tanggapi oleh pihak sambat online.  Warga dengan nomor telepon 081220102xxx menyampaikan keluhan melalui via sms ke sambat online pada tanggal 02-12-2016. Keluhan yang di sampaikan terkait permasalahan E-KTP yang tak kunjung selesai.    "Aduuhhhh paakk walikota, e-ktp saya kapan selesainya ??? Saya ngurus dari akhir oktober, sampai awal Desember belum selesai katanya ini line pengaduan, tapi pertanyaan saya tidak pernah dijawab saya harus mengadu kemana lagi pak ?? Jika tidak niat membuka layanan pengaduan via sms, tidak usah buat pak, buang-buang biaya, nge-php in masyarakat doank isinya" Tulisanya menyampaikan keluhan, seperti yang di kutip pada web sambat online.  Melihat keluhannya yang tak kunjung di tanggapi, warga tersebut pun langsung mengeluhkan pelayanan sambat online. "Pak, kenapa sambat saya ga pernah di respon ??" keluhnya, seperti yang di kutip pada web sambat online tepatnya di halaman 10. Diketahui warga tersebut sudah mengirim keluhannya melalui via sms ke sambat online sebanyak 17 kali dengan isi keluhan yang sama seputar permasalahan E-KTP.  Seperti diketahui Laman Web Sambat Online milik Pemkot Malang diluncurkan sejak setahun yang lalu tepatnya pada tanggal 20 Mei 2016 bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional dengan menelan biaya sebesar 1.5 Milyar. Pengelolaan Sambat Online sendiri berada dibawah pengelolaan Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Kota Malang.
Halaman Muka Sambat Online Pemerintah Kota malang

Indikatormalang.com - Peluncuran laman Web Sambat Online oleh Pemkot Malang rupanya masih belum bisa memenuhi harapan warga masyarakat Kota Malang. Beberapa pengguna mulai mengeluhkan kegunaan Sambat Online.

Pengguna mengeluhkan lambatnya  respon yang diberikan oleh pihak pengelola Sambat online terkait laporan dan pertanyaan Warga. Bahkan banyak pertanyaan dan laporan yang tidak direspon sama sekali oleh pengelola.

Bahkan tak jarang, saking kesalnya para pengguna sampai mengumpat di laman Sambat Online karena tidak mendapat kepastian. Salah seorang warga misalnya,  mengeluhkan pelayanan sambat online yang tidak pernah menanggapi sambatnya. Warga tersebut mengirim keluhan di via sms pada website Sambat online, namun tak satupun yang di tanggapi oleh pengelola Sambat Online. Hanya berupa jawaban otomatis dari mesin penjawab.

Warga dengan nomor telepon 081220102xxx menyampaikan keluhan melalui via sms ke sambat online pada tanggal 02-12-2016. Keluhan yang di sampaikan terkait permasalahan E-KTP yang tak kunjung selesai.

 "Aduuhhhh paakk walikota, e-ktp saya kapan selesainya ??? Saya ngurus dari akhir oktober, sampai awal Desember belum selesai katanya ini line pengaduan, tapi pertanyaan saya tidak pernah dijawab saya harus mengadu kemana lagi pak ?? Jika tidak niat membuka layanan pengaduan via sms, tidak usah buat pak, buang-buang biaya, nge-php in masyarakat doank isinya" Tulisanya menyampaikan keluhan, seperti yang di kutip pada web sambat online.

Melihat keluhannya yang tak kunjung di tanggapi, warga tersebut pun langsung mengeluhkan pelayanan sambat online.

"Pak, kenapa sambat saya ga pernah di respon ??" keluhnya, seperti yang di kutip pada web sambat online tepatnya di halaman 10. Diketahui warga tersebut sudah mengirim keluhannya melalui via sms ke sambat online sebanyak 17 kali dengan isi keluhan yang sama seputar permasalahan E-KTP.

Seperti diketahui Laman Web Sambat Online milik Pemkot Malang diluncurkan sejak setahun yang lalu tepatnya pada tanggal 20 Mei 2016 bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional dengan menelan biaya sebesar 1.2 Milyar. Pengelolaan Sambat Online sendiri berada dibawah pengelolaan Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Kota Malang.