Soal Revisi UU ASN, PGGTI: Negara Sudah Mulai Sadar!
Cari Berita

Advertisement

Soal Revisi UU ASN, PGGTI: Negara Sudah Mulai Sadar!

26 Feb 2017

Penasehat Persatuan Guru Tidak Tetap Indonesia (PGTTI) Nurul Yakin/IM
Indikatormalang.com - Penasehat Persatuan Guru Tidak Tetap Indonesia (PGTTI) Kabupaten Malang Nurul Yakin menyambut baik salah satu poin penting revisi UU ASN terkait pengangkatan honorer menjadi PNS tanpa melalui seleksi.

"Revisi UU ASN adalah kabar baik yang ditunggu-tunggu oleh para honorer" papar Nurul Yakin dalam acara #malang diskusi trending Topik yang bertajuk "Tolak Revisi UU ASN?, Membedah Justifikasi Keadilan dan Masa Depan Pelayanan Publik"di Cafe Ketan, Sengkaling, Kabupaten Malang. sabtu, (25/2/2017).

Bukan tanpa alasan, menurutnya, hak-hak tenaga honorer terutama yang bagi mereka yang ada di dunia pendidikan kurang mendapatkan porsi keadilan dari negara.
 
"Sudah terlalu lama para honorer didiskriminasi oleh Negara" tambahnya

Lebih lanjut Pak Yakin menjelaskan bahwa keberadaan honorer di Indonesia merupakan bentuk ketidakadilan masa lalu yang harus ditebus.

"Ini (revisi UU ASN) penebusan dosa sejarah, Negara sudah mulai sadar"

Terlepas dari siapa yang mendapat keuntungan politik dari pengesahan UU ASN, pria yang telah lama berkecimpung dalam advokasi guru tidak tetap tersebut menyebut PNS adalah harga mati, dan mendesak agar RUU ASN segera disahkan.

"PNS yes, honorer no!"  tegasnya, saat mengakhiri acara diskusi.

Sementara, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Faiz Hamid yang hadir dalam acara tersebut memberikan catatan khusus terkait dengan proses revisi UU ASN yang saat ini sedang bergulir di DPR RI, aktivis intra kampus tersebut meminta pengangkatan honorer menjadi PNS tidak mengesampingkan kompetensi.

"Negara harus hati-hati dalam mengangkat honorer, kita butuh PNS yang berkualitas"

Pewarta: Furkan