(Puisi) PARANGE
Cari Berita

Advertisement

(Puisi) PARANGE

6 Feb 2017



Dikala itu Kau hadir di antara serdadu-serdadu berbusana putih abu
Di antara mereka kau sisipkan satu keindahan tiada tara tiada bandingan
Malu-malu kau tersenyum melirik mata seorang hamba

Ohh, senyuman itu.......
Ia sanggup membuka mata yang buta akan keindahan
Ia sanggup memberi nafas tanpa angin pada nadi-nadi
Ia sanggup menjadi darah pada lorong-lorong urat kemudian mengalir mengisi hati

Ohhh, kau tersenyum.......
Aku luluh tak berdaya
Sungguh Aku tak sanggup menoleh pada langit-langit biru
Aku terpaku, terperangkap di antara kaki-kaki bumi
aku terbang membelah udara seperti kupu-kupu malam
kau menata hatiku pada satu titik
kau meniti jantungku sampai tak tertata detaknya

Ohhh, aku jatuh tersungkur pada senyumanmu
Aku telah jatuh dan tak mampu bangkit lagi
Kau pemilik senyuman terindah didunia ini
Tiada lagi senyum lain seindah senyumanmu

Hingga kini bulu-bulu dadaku tetap berdiri menghadap kiblat
Berdoa’a dengan kata-kata yang tak satu setanpu sanggup mencernanya
Malaikat hati, terimaksih atas doa yang selalu kau haturkan pada sang khalik
Hingga ragaku menyatu dengan jiwanya
Kini senyuman itu milikku seutuhnya