Pudarnya Pesona Politik Ibukota
Cari Berita

Advertisement

Pudarnya Pesona Politik Ibukota

9 Feb 2017

Indikatormalang.com-Tinggal menghitung detik perhelatan akbar di ibukota memasuki babak baru dalam perebutan jakarta satu akan segera dimulai. Kontestasi demokrasi pun akan menjadi penentu siapa yang akan kemudian menjadi punggawa ibukota negara dalam satu periode ke depan.

Namun apakah kesiapan dari berbagai elemen sudah dipersiapkan dalam menyambut pesta demokrasi ini? Hemat saya banyak hal yang belum disiapkan dalam menyambut kontestasi politik ibukota ini. Melihat beberapa minggu terakhir menjelang Pilkada serentak di indonesia khusus DKI Jakarta ada drama besar yamg di pertontonkan oleh para elit politik dalam memperebutkan kursi kekuasaan untuk mempin ibukota jakarta.

Lebih mirisnya kondisi politik ibukoga tidak lagi menjadi panutan untuk daerah lain dalam proses pemilu, namun kondisi politik ibukota cenderung dijadikan sebagai alat untuk menjatuhkan sesama paslon maupun saling menghina tanpa melihat etika politik dan moralitas publik yang terbangun. Kenapa tidak, banyak kemudian kejadian yang terjadi dalam sebelum memasuki Hari-H pilkada serentak, dimulai dari kasus penistaan agama, Reklamasi hingga kasus penistaan terhadap ulama pun ikut andil dikaitkan dalam proses pilkada ini. begitu hebatnya proses pilkada ibukota sehingga banyak media pun ikut berperang opini dalam mendukung paslon terbaiknya.

Sebenarnya politik layaknya sebuah pisau. Bila pisau tersebut di gunakan oleh ibu rumah tangga untuk memasak maka pisau akanlah sangat bermanfaat. Maka akan tersedia hidangan yang lezat untuk keluarga. Namun beda cerita bila pisau tersebut di gunakan oleh pembunuh. Maka yang terjadi adalah sebuah kesedihan dan kesengsaraan yang terjadi. Lantas apa yang semestinya diperbuat oleh masyarakat indonesia khususnya masyarakat ibukota? kini semua elemen harus ikut andil dalam.menciptakan kondusifitas dalam pentas demokrasi ibukota baik akademisi, politisi, dan rakyat sekaligus harus mampu menjadi leader dalam.memyelamatkan wajah politik ibukota kedepan.

Jika hal ini terus di biarkan, maka seperti bom yang terus di pendam. Maka suatu saat akan meletus juga. Jika kondisi pemerintah terus seperti ini maka tidak mustahil jika rakyat tidak akan percaya dengan politik. Ketidakpercayaan para rakyat inilah yang sangat berbahaya bagi kestabilan negara. Akibatnya masyarakat akan cenderung apatis terhadap kondisi sebuah negara. Karena kestabilan negara juga di pengaruhi oleh kestabilan politik yang ada di negara tersebut. Apabila gejolak politik di suatu negara terus menerus bergejolak maka tidak mustahil jika terjadi peperangan. Akibatnya masyarakat yang menjadi korban seperti negara negara di timur tengah.

Rakyat Jakarta belum merasakan kinerja yang baik dari pemerintah Jakarta, malah membuat mereka memandang buruk terhadap politik itu sendiri. Selain itu, para generasi muda Indonesia haruslah diperkenalkan dengan politik yang sebenarnya, agar dikemudian hari mereka dapat menjadi generasi baru yang lebih bertanggung jawab. Sehingga kondisi bangsa ini tidak terus terpuruk akibat politik tidak bertanggungjawab para pejabat sekarang. Sedah seharusnya kita membanahi bangsa ini. Karena bila kondisi seperti ini terus dibudayakan, maka bukanlah hal yang mustahil jika suatu saat nanti nama Indonesia hanya tinggal sejarah.

Penulis : Runitria Dinar Pratiwi