Presma UMM : Pengangkatan Tenaga Honorer Harus Tetap Ada Tes
Cari Berita

Advertisement

Presma UMM : Pengangkatan Tenaga Honorer Harus Tetap Ada Tes

27 Feb 2017



Indikatormalang.com - Dalam diskusi publik terkait pro dan kontra revisi UU ASN oleh Indikator Malang (25/2/17).

Diketahui salah satu poin revisi UU tersebut memuat mekanisme pengangkatan pegawai honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) tanpa tes.
Pasal yang membahas masalah pengangkatan tersebut menimbulkan pro dan kontra. Pasal tersebut menjadi salah satu titik krusial dan mengundang orang-orang untuk berkomentar.

Presiden Mahasiswa UMM Fais Mirwan Hamid misalnya, Ia menyatakan setuju jika UU ASN di revisi, namun Fais memberikan beberapa syarat terkait beberapa materi revisi yang harus ditinjau ulang oleh pemerintah.

"Saya setuju jika UU ASN direvisi, tapi dengan 1 syarat. Mekanismenya harus tetap melalui tes, meskipun standarisasi kelulusan tes tidak terlalu tinggi." Ujar Fais.

Fais juga menyatakan alasannya mengapa masih perlu diadakannya tes. "Jika tidak ada tes, mahasiswa yang baru lulus 1 bulan pun bisa jadi PNS. Pertanyaannya adalah jika tanpa tes darimana mengukur kredibilitas dan kompetensi ASN?. Tentu jika tanpa seleksi setiap pegawai honorer meskipun tidak mempunyai kredibilitas dan kompetensi akan bisa jadi ASN. Dan jelas nantinya ada dampak kepada negara" ujar Fais.

Tanggapan lain datang dari Rusnia seorang mahasiswi. Ia mengaku setuju, namun standarisasi tesnya harus ditambah dengan 4 sifat yang harus dimiliki seorang ASN. "Saya setuju jika UU ASN direvisi, namun tetap harus diadakannya tes. Soal mekanisme standarisasi kelulusan tes, setiap pegawai honorer yang akan diangkat menjadi PNS harus memiliki 4 kriteria yakni : jujur, adil, cerdas dan amanah" ujar Rusnia.

Pewarta: Faris Fauzan
Editor : Dim