Mengenang Ahmad Wahib dengan Berpikir Bebas
Cari Berita

Advertisement

Mengenang Ahmad Wahib dengan Berpikir Bebas

4 Feb 2017

Indikatormalang.com - Catatan harian Ahmad Wahib yang di abadikan dalam buku yang berjudul "pergolakan pemikiran islam". dalam buku itu memuat beberapa pemikiran Ahmad Wahib tentang banyak hal dalam islam, salah satunya adalah pemikiran Ahmad wahib tentang konsep berpikir bebas. Baginya berpikir bebas adalah keharusan bagi setiap manusia. (4/2/17)

"Pada hemat saya orang-orang yang berpikir itu, walaupun hasilnya salah, masih jauh lebih baik dari pada orang-orang yang tidak pernah salah karena tidak pernah berpikir. Dan saya sungguh tidak dapat mengerti mengapa orang begitu phobi dengan pemikiran bebas" Ungkapnya seperti yang dikutip dalam buku yang berjudul "pergolakan pemikiran islam"

Lebih lanjut Ahmad Wahib mengatakan bahwa orang-orang yang tidak mau berpikir bebas adalah orang-orang yang ditimpa ketakutan dan keraguan yang tersembunyi. "Malahan orang yang takut untuk berpikir bebas itu ditimpa oleh ketakutan dan keraguan akan kepura-pura- annya yang sudah tak terlihat. Dia ragu untuk berkata bahwa ada satu pikiran yang dia benamkan di bawah sadarnya. Pikiran yang dibenamkan ini dia larang untuk muncul dalam kesadarannya" Ungkapnya

Ahmad Wahib berpendapat bahwa berpikir bebas adalah cara manusia untuk mengetahui dirinya secara keseluruhan tanpa ada yang perlu disembunyikan.

"Padahal dengan berpikir bebas manusia akan lebih tahu tentang dirinya sendiri. Manusia akan lebih banyak tahu tentang kemanusiaannya" Jelasnya, seperti yang di kutip dalam buku "pergolakan pemikiran islam"

Almarhum dilahirkan pada tanggal 9 November 1942 di kota Sampang, Madura.Lingkungan pergaulan Wahib di masa kanak-kanak dan remajanya adalah lingkungan agama yang kuat. Dan ayahnya, pak Sulaiman, tergolong pemuka agama di daerahnya. Wahib sendiri, walaupun tidak bisa dikatakan pernah menyantri, sempat mengecap kehidupan pesantren.