Komunitas Peduli Malang, Wadah Partisipasi Atasi Problematika Masyarakat Malang Raya
Cari Berita

Advertisement

Komunitas Peduli Malang, Wadah Partisipasi Atasi Problematika Masyarakat Malang Raya

12 Feb 2017

Tim Indikatormalang saat berbincang santai dengan pengurus Komunitas Peduli Malang (8/2/17)

Indikatormalang.com - Partisipasi masyarakat dalam kegiatan dan problema pembangunan merupakan salah satu modal besar yang perlu dijaga dan dipelihara. Partisipasi dan kepedulian masyarakat terhadap problematika kehidupan tersebut banyak dilakukan warga Malang melalui berbagai komunitas. Salah satu komunitas warga Malang Raya adalah Komunitas Peduli Malang.

Komunitas ini sudah ada sejak tahun 2009, namun baru aktif melalui medsos Facebook sejak taahun 2014.  Komunitas ini juga sudah memiliki struktur organisasi kepengurusan. Sampai hari Minggu (12/2/2017) jumlah anggota komunitas warga asli Malang ini mencapai 118.256 orang/akun. Tidak semua anggotanya tinggal di Malang, tetapi juga orang yang lahir dan pernah tinggal di Malang. Sehingga ada juga anggota komunitas ini yang berada di luar negeri, tetapi  aktif mendukung dalam kegiatan komunitas.
 
Selain mengadakan berbagai kegiatan sosial, seperti sunatan masal, pengobatan mata katarak gratis, dan menyediakan ambulans gratis bagi yg sakit, juga membentuk tim yang melakukan penandaan pilox pada jalan berlubang. Tim ini dikenal sebgai Tilang Malang.

Semua kegiatan dalam group KPM ini dilaksanakan oleh anggotanya secara sukarela. Tidak ada yang membayar ataupun dibayar. Semua biaya kegiatan dikumpulkan secara swadaya, alias urunan bersama. Bahkan dana pembelian mobil ambulans juga berasal dari semua anggota. Prinsipnya adalah sukarela. Ambulans gratis untuk warga Malang dapat dihubungi melalui call center Wiiu-Wiiu di nomor ponsel 08156-545471 atau 08115-545471.

Melalui medsos FB, juga terjadi komunikasi antar anggota yang bermanfaat. Antara lain, menyebarkan berita penemuan STNK, berita anak hilang, info peristiwa kecelakaan lalu lintas, hingga liputan tempat-tempat rekreasi alam di seputar Malang Raya. Selain membangun komunikasi via medsos, komunitas ini juga sering menggelar kopdar (kopi darat) atau pertemuan langsung dengan para membernya.

Menurut salah seorang pengurus, Bambang, yang ditemui di area Bazar Karlos, desa Girimoyo Karangploso, "Komunitas ini berdiri sudah lama. Namun baru keliatan eksis beberapa tahun terakhir karena adanya medsos. Kami berangkat dari rasa prihatin terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di Malang raya. Kami mencoba menyalurkan inisiatif dan menyatukan potensi masyarakat untuk peduli kepada sesamanya warga Malang."

Komuitas Peduli Malang merupakan contoh nyata tentang gerakan partisipatif masyarakat terhadap segala bentuk problema di lingkungan sekitarnya. Hingga saat ini, kegiatannya selalu berbasis swadaya dan dilaksanakan oleh sukarelawan yang cukup besar jumlahnya. Sebuah prakarsa yang patut mendapatkan dukungan dan apresiasi dari warga Malang raya.

Pewarta : Bima