Kesadaran dan Motivasi Kader HMI
Cari Berita

Advertisement

Kesadaran dan Motivasi Kader HMI

21 Feb 2017



Indikatormalang.com - Mungkin dapat dikatakan perubahan yang paling mendasar ialah perubahan itu sendiri. Perubahan yang sesungguhnya berarti keluar dari kebiasaan lama dan memasuki kebiasaan baru.

Dalam tahapan ini paling tidak perubahan itu ada walaupun levelnya kecil. Perubahan muncul tidak hanya datang dari diri sendiri, namun terkadang membutuhkan bantuan orang lain agar perubahan itu terlihat. Bayangkan jika tidak ada perubahan bagaimana kondisi yang terdahulu hingga saat ini.

Dalam dunia aktifis HMI kekinian setidaknya tantangan perjuangan perubahan bukan lagi dalam bentuk fisik, namun lebih kepada persaingan akal dan karya. Beda halya dengan HMI pada masa lalu. Para pemrakarsa HMI berjuang dengan mengangkat senjata guna menumpas pemberontakan PKI pada agresi militer Belanda pertama dan kedua.

HMI ada dan didirikan dengan penuh perjuangan. Pertanyaannya, mengapa kita sebagai kader HMI tidak Ber-HMI sebagaimana mestinya? Kalau pertanyaan tersebut sulit untuk dijawab atau terlalu berlebihan, sudah selayaknya kita memiliki semangat dan Motivasi Ber-HMI yang lebih dalam proses kesehariannya. Bayangkan juga, berapa banyak kader HMI yang selalu meneriakkan kata YAKUSA (yakin Usaha Sampai) ataupun jargon lainnya, namun seolah lupa akan makna dan filosofi dari kata tersebut.

Sederhananya, Ber-HMI tidak cukup hanya dengan kata Yakusa atau bahkan dengan  mengikuti ritus LK semata. Ber-HMI harus menundukan diri dengan penuh keikhlasan, memiliki kreativitas dan selalu mematuhi aturan tanpa mengharapkan imbalan apapun dari tempat kita bernaung. Karena dengan begitu disanalah letak perbedaan mana kader HMI yang “naik kelas” dan “tidak naik kelas”dalam prosesnya. Ber-HMI yang “naik kelas”akan jauh terlihat dibandingkan dengan Ber-HMI yang “tidak naik kelas”. Karena proses dan tahapan yang dilalui akan menunjukkan kualitas seoarang kader HMI yang sesungguhnya.

Selain itu dorongan motivasi yang baik akan menghasilkan output yang baik pula. Baik untuk perkaderan dan baik untuk kesadaran diri seorang kader ketika tidak lagi Ber-HMI. Jika tersadar, begitu banyak motivasi dalam Ber-HMI, mulai dari diri sendiri, antar sesama ataupun dari Alumni. Kekuatan motivasi akan menghasilkan rasa dan semangat yang kuat Ber-HMI. Semangat yang kuat itu pula, akan mendukung terwujudnya sukses organisasi, sukses pribadi dan sukses masa depan. Oleh karena itu beruntunglah bagi seorang yang berstatus tidak hanya sebagai anggota HMI namun juga sebagai kader HMI yang masih memiliki motivasi dalam berorganisasi.

Apapun yang anda lakukan dengan proses hari ini di HMI, yakinlah suatu hari nanti akan mendapatkan balasan dan hasil yang sepantasnya. Bukankah atas nama proses tidak ada sesuatu yang langsung jadi dan tidak ada sesuatu yang tidak jadi sama sekali. Jadi Ber-HMI-lah yang baik dan benar, karena sejatinya derajat seorang kader lebih terhormat dibandingkan derajat seoarang anggota.

Penulis : Alungsyah (Ketua Umum HMI Cabang Malang Koms. Hukum UMM Periode 2011-2012/Advokat Jakarta)