Semangat Mbah Yatemi Yang Tak Pernah Pudar, Tabah Sampai Akhir
Cari Berita

Advertisement

Semangat Mbah Yatemi Yang Tak Pernah Pudar, Tabah Sampai Akhir

7 Feb 2017

Mbah Yatemi/Boga Rajajowas_Komunitas Peduli malang (ASLI Malang)

Indikatormalang.com – Mbah Yatemi itulah namnya. Diusianya yang senja beliau masih gigih memperjuangkan hidupnya. Semangatnya yang pantang menyerah pada keadaan layak diacungi jempol. Tabik mbah, keringatmu tiap tetesnya diridloi Allah, semoga Allah berkahi dan panjangkan umurmu.

Diusianya yang sudah sangat sepuh dengan melawan keterbatasan pisikalnya Si mbah masih saja tetap semangat untuk terus berjualan. Bahkan ketika duitanya umurnya Mbah Yatemi pun sudah lupa berapa jumlah bilangan usianya.

Di dalam warungnya, tepatnya gubuk, ya... tepatnya gubuk karena memang lebih mirip gubuk Mbah yatemi berjualan krupuk, permen, dan rokok. Tokonya tepatnya berada disebelah utara pasar Kepanjen Malang. Pendapatannya dari berjualn pun tidak sebrapa namun si Mbah tetap menikmatinya dan menjalani dengan tabah dan ikhlas. Sehari kadang hanya dapat 30.000 rupiah. Itupun kadang dibuat kulakan bahan toko, jadi bisa dibayangkan berapa sebenarnya sih penghasilan bersihnya. Jika tidak ada pemasukan Mbah Yatemi terpaksa ngebon di toko sebelahnya. Sungguh semangat yang luar biasa.

Mbah Yatemi sendiri memilik empat anak, namun yang tiganya sudah meninggal. Si Mbah asalnya dari Tulungagung, ketika ditanya kapan masuk ke Malang beliapun sudah lupa tepatnya kapan. Beliau sudah berjualan disekitar pasar kepanjen sebelum pasar kepanjen itu sendiri berdiri seperti sekarang. Menurut pengakuannyabelaiu tinggal di daerah Klenjeran dan tinggal sendirian.

Cerita kehidupan Mbah Yatemi ini pertama kali diposting oleh akun Boga Rajajowas di grup Facebook Komunitas Peduli Malang (ASLI Malang), Selasa (7/2/17). Tak pelak postingan tersebut mendapatkan simpati dan Do’a dari para anggota grup. Bahkan ada yang langsung menisiasi gerakan untuk membantu Mbah Yatemi.

Pewarta: Dekki
Editor: Abdi