Berlian di Matamu
Cari Berita

Advertisement

Berlian di Matamu

19 Feb 2017


Bukan hanya gumam yg bisa sairkan irama hati. Saat kelam karna piluan ia kan tumpahkan isyarat hati.

Namun bagiku, tidaklah engkau rugi kejernihan itu tumpah karna piluan. Bening warnanya, bagaikan permata.

Indah hitammu, bagai tinta yg wujudkan indahnya kata dalam puisi. Tidakkah engkau rugi, jika keindahan itu terus kau sapu dengan kucuran karna piluan hati.

Tidakkah kau rugi pula, sumber yg begitu jelas kejernihan. Kau perkeruh dengan terpuruknya hati. 

Untukmu sayang

Tumpahkanlah bagaikan bunga yg senantiasa menebar harumnya. Dan tahanlah jikalau kumbang itu hampirimu. Dan bicaralah pada kelopakmu yg senantiasa menemani, menunggumu dan mnghasilkanmu sebuah keindahan bagaikan mawar merah itu.

Indahnya matamu getarkan tanganku saat kupegang penaku. Indahnya matamu tak mampu kutuliskan dalam tiap syair"ku.

Karna itu, hanya mampu kurangkai sidikit kata dari asaku. Untukmu, begitu indah mata itu, pergunakanlah dngan indah pula, jua jaga keindahan itu.

Penulis : Ivan Efendy