Sungai Kedunglarangan Bangil Makan Korban, Seorang Mahasiswi Hilang
Cari Berita

Advertisement

Sungai Kedunglarangan Bangil Makan Korban, Seorang Mahasiswi Hilang

26 Jan 2017

Korban, Wahyudi bersama pasangannya Valensia indrriani / Foto : Ubaidzillah
Indikatormalang.com – Perjalan pulang seorang Pemuda bernama Wahyudi (25) bersama pasangannya Valensia Indriani ( 21) berujung petaka. Kedua sejoli asal Donomulyo, Kabupaten Malang tersebut tercebur dan terseret derasnya arus sungai Kedunglarangan yang sedang pasang. Saat kejadian sekitar pukul lima sore pasangan tersebut sedang melintasi lingkungan Bekacak Kolursari Bangil dimana lokasi kejadian berlaku. 

Dalam kejadian (24/1/16) tersebut Wahyudi selamat sementara pasangannnya yang merupakan mahasiswi di salah satu kampus kesehatan Pandaan belum diketahui kondisinya. Wahyudi berhasil menyelamatkan diri karena bisa berenang, usai diterjang air sungai yang meluap. 

Tim SAR, Muspika dan sejumlah warga masih berusaha melakukan pencarian terhadap korban. “Kami sudah melakukan penyisiran. Untuk sementara, belum diketemukan” ungkap Kapolsek Bangil, Kompol Abdul Hadi kepada para awak media. Berdasarkan pantauan dilapangan penyisiran dilakukan oleh petugas kepolisian dibantu tim SAR dari BPBD Kabupaten Pasuruan dan sejumlah warga. 

Sementara, berdasarkan Informasi yang dihimpun dari para saksi mata, kronolgi kejadian berawal ketika pasangan tersebut baru pulang dari Lumajang usai menemui salah satu dosennya untuk melakukan bimbingan tugas kuliah. Mereka melintasi wilayah Rembang, hingga masuk jalan Oro-oro Ombo Kulon. Kemudian mereka menuju Bekacak. Sesampainya di jembatan bekacak, mereka tak melihat adanya air pasang. Dengan percaya diri, Wahyudi tancap gas motor Vixion yang dikendarainya untuk melewati jembatan turunan tersebut. Namun, tiba-tiba saja, air dari arah selatan mendadak tinggi. Keduanya yang berada di tengah-tengah jembatan, tak mampu meneruskan perjalanan usai diterjang luapan air Sungai Kedunglarangan tersebut. 

Menurut camat Bangil Rahmat Syarifudin hujan di wilayah Bangil, sebenarnya tidak terlalu deras, namu tiba-tiba air meninggi dan menerjang korban. Tak ingin motornya hilang, Wahyudi sempat mempertahankan motornya. Teriakan warga sekitar agar mereka meninggalkan motor tersebut tak digubris keduanya. Hingga, air semakin tinggi mencapai sekitar satu meter hingga dua meter di atas jembatan. “Warga sudah berteriak-teriak agar mereka meninggalkan motornya. Tapi, tidak digubris,” tambahnya.


Pewarta : Dik
Editor : Abdi