Sepucuk Surat Untuk Sufi Berperut Buncit, Tuan Semar
Cari Berita

Advertisement

Sepucuk Surat Untuk Sufi Berperut Buncit, Tuan Semar

22 Jan 2017


Ketika aku menatap wajahmu terbesik clotehan clotehan iblis untuk menatap mulutmu, Begitu tajam lidah yang kamu hunuskan kesanubariku, untuk membenarkan konsep tuhan menurutmu.

Sehingga aku sering takut terhadap neraka dan terus takut sampai-sampai ketakutan itu mengalahkanku takut terhadap tuhanku sendiri. Kaum sufi berperut buncit kenapa kamu menawarkanku untuk rindu terhadap surga yang kamu ciptakan, sehingga aku lupa terhadap tuhan yang mencitakanku.

Bukankan Jalaludin rumi menawarkan cinta untuk mendapatkan kasihnya tuhan, bukan kenikmatan ataupun ketakutan terhadap surga dan neraka. Kamu berbicara tentang puasa tapi kamu membiarkan lemak bertambah diperutmu. 

Kamu berbicara tertang perdamaian tapi kamu mencaci orang yang tidak sepaham diperutmu.. Kamu berbicara tentang syariat, tapi kamu beribu-ribu kali naik haji, dan membiarkan orang disekelilingmu menangis akibat tidak bisa mengisi perutnya dengan sesuap nasi.

Kamu berteriak memanggil tuhanmu dengan dengan suara-suara yang menggelegar, bukankah tuhanmu itu maha mendengar.. Kamu terdiam dengan seribu bahasa untuk menunjukan bahwa kamu itu ahli tafakur, tapi bukankah orang disekelilingmu masih butuh nasihatmu.

Andai saja aku tuhan mungkin akan aku plintir mulut-mulut yang suka memlintir ayat-ayatku, maha baik engkau tuhan dengan sifat kasihmu aku masih bisa menatap kebesaranmu. 


Penulis  :  Herwanto
Ilustrasi : Artkimianto