(RESENSI): Guru Profesional Idaman Murid
Cari Berita

Advertisement

(RESENSI): Guru Profesional Idaman Murid

6 Jan 2017


Judul Buku : Great Teacher !
Penulis Buku    : Jamal Ma’mur Asmani 
Penerbit     : Diva Press
Tahun Terbit : 01 Juni 2016
Tebal Buku : 184 hlm.
Harga : Rp. 33.000


Setelah bab pertama memaparkan sisi umum seorang guru meliputi kriteria, syarat, fungsi, tugas, dan tanggung jawab, buku ini mengajak pendidik agar memahami problematika sosial. Maraknya murid yang terjerat kasus narkoba ,minuman keras , pergaulan bebas dan kekerasan dalam sesame pelajar mestinya menjadikan guru lebih mendidik muridnya lebih baik lagi dari sebelumnya. 

Sungguh, kenakalan murid tidak bisa sepenuhnya dilimpahkan kepada guru semata. Meski begitu, pendidik sewajarnya mampu sebagai agen perubahan sosial. Di tengah globalisasi dan kemajuan informasi, guru tetap berperan sebagai membuka jendela dunia. Dia harus mampu menyeleksi, menyaring, dan member informasi terbaik kepada anak didik. Ini perlu dilakukan mengingat sumber informasi lainnya seperti televisi dan internet kadang kurang edukatif. Di Amerika Serikat, anak-anak melakukan kejahatan di antaranya karena faktor film (hlm 49-50). 

Televisi kurang bermanfaat bagi pengembangan pendidikan. Film dan sinetron yang memuat kriminalitas, horor, perkelahian, kebencian, dan balas dendam sungguh bisa ditiru anak-anak. Tayangan-tayangan remaja cenderung kisah percintaan, bukan kegigihan belajar dan menggapai cita-cita. Pornografi pun mudah diakses melalui internet. Guru harus terpanggil untuk menempa sisi intelektualitas dan karakter peserta didik yang nota bene generasi masa depan.Guru harus memberikan penilaian objektif mengenai konstruktif dan destruktifnya arus deras globalisasi. Anak-anak dibimbing memperkuat ketahanan moral dan mental untuk mengantisipasi yang negatif. Murid didorong mengejar ketertinggalan negeri ini. Kompetisi berjalan secara ketat di era globalisasi. Tugas guru menyemangati siswa sebagai pemain di era globalisasi dengan menggali dan mengembangkan potensi (hlm 56-57). 

Tugas guru tidak cuma mengajar. Sebenarnya, penyamaan kata guru menjadi teacher dalam versi bahasa Inggris kurang tepat. Di Indonesia, pengambilan kata guru dari bahasa Sanskerta, yakni “guru”, yang secara etimologis berarti mulia, bermutu, mempunyai kehebatan, dan orang yang amat dihormati karena sebagai profesi paling mulia .Guru hakikatnya mempunyai kewajiban mendidik dan menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada murid-murid. Dia menjadi teladan sebagai manusia yang berbudaya atau beradab, berbudi pekerti luhur, ahli, disiplin, dan jujur (hlm 62-64). 

Penulis buku ini juga mengarahkan guru berperan di ranah sosial. Dia menjadi tempat rujukan memecahkan problem. Guru harus bisa menjadi sumber ilmu yang disenangi, dan selalu memotivasi bagi kemajuan lingkungan. Marva Collins, salah satu guru terbaik dunia, contohnya. Dia mampu mengembangkan potensi anak-anak miskin di daerah Chicago,Amerika Serikat. Padahal, anak-anak yang diasuh, dididik, dibelajarkan, dan diasah potensinya itu telah dicap sebagai anak-anak bodoh. 

Banyak problem di tengah masyarakat. Guru harus menjalin relasi dan komunikasi dengan lingkungantempat tinggal untuk menggerakkan kegiatan-kegiatan pemberdayaan atau penyuluhan yang sifatnya mencerahkan. Orangtua murid diberi pemahaman tentang mendidik anak secara benar dan bertanggung jawab. Ciptakan lingkungan sosial yang menghormati ilmu pengetahuan dan didiklah masyarakat dengan karakter-karakter positif (hlm 158). 

Kelebihan yang terdapat dalam buku ini adalah cover buku cukup menarik , buku ini menceritakan tentang peranan guru ideal dan inovatif yang mengedepankan profesionalisme,Kelemahan yang terdapat pada buku ini adalah biodata penulis tidak dijelaskan dengan detail tentang peristiwa yang pernah dicapai, banyaknya penulisan EYD yang salah , pada buku banyak menggunakan poin poin dan tidak memfokuskan pada satu subtema saja , jarak yang kurang diatur dalam penulisan buku , pada daftar isi terdiri dari subtema dan untuk poin poin menggunakan angka tapi terdapat dalam buku tidak sesuai dengan daftar isi, dan penulisan halaman ditengah pada buku menyulitkan pembaca saat mencari halaman yang akan dicari. Saran saya terhadap buku ini agar pengarang lebih kreatif dan tidak membuat pembaca buku merasa bosan untuk membaca.



Peresensi : Syahlulya Lully Elanda 
(Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang)