Perkumpulan Budaya Aji Saka Gelar Serasehan Budaya, Puluhan Keris Masa Lampau Dipamerkan
Cari Berita

Advertisement

Perkumpulan Budaya Aji Saka Gelar Serasehan Budaya, Puluhan Keris Masa Lampau Dipamerkan

26 Jan 2017


Indikatormalang.com - Nusantara ini sudah lama tertidur, saatnya bangkit lagi. Demikian semangat yang disampaikan Raden Prasena dalam sarasehan budaya yang bertajuk Singhasari Bangkit, di Cyber Mall Dieng Malang (211/16). 

Lebih lanjut ketua perkumpulan budaya Aji Saka ini menjelaskan bahwa sejarah Nusantara tidak lepas dari Majapahit. Kerajaan besar di pulau Jawa yang menjadi legenda karena kekuasaannya kuat di Nusantara. Meliputi negara-negara suku Melayu, termasuk Malaysia, Singapura dan negera ASEAN lainnya. 

Salah satu legenda di kerajaan besar ini adalah keampuhan keris Mpu Gandring. Menurut Prasena, keris sakti itu tidak hanya dibuat satu buah saja, seperti yang ditulis oleh beberapa sejarahwan. Besalen, tempat Mpu Gandring memproduksi keris, adalah pabrik senjata seperti Pindad. 

“Jadi keris Mpu Gandring itu bisa saja dibuat seribu, atau sejumlah pasukan Ken Arok pada waktu itu”. Terangnya menjelaskan tentang keris Mpu Gandring. Sebagai ‘Mpu’ yang sudah malang melintang di dunia perkerisan, dia berpendapat bahwa keris itu tidak hanya bisa dilihat secara fisik saja, ada unsur lainnya yang tidak kalah penting. Salah satunya adalah kandungan filosofis pada sebuah keris. 

Menurutnya ada distorsi sejarah tentang kerajaan di Nusantara, khususnya tentang Singhasari. Sebagai bentuk upaya untuk mengaburkan sejarah, sehingga kita menjadi jauh dari leluhur. “Sedemikian buruklah leluhur kita itu? Sehingga mereka selalu diidentikkan dengan hal-hal yang negatif. Misalnya, Ken Arok yang dibesarkan dengan kejahatan. Hidupnya bergelimang dosa. Dari persleingkuhan, perampokan serta perbuatan lainnya yang mengganggu ketentraman masyarakat?”. Tanyanya dengan nada tidak percaya. 

Acara yang dihadiri oleh tokoh-tokoh budaya Malang Raya ini, semakin meriah karena ada eksibisi keris-keris dari jaman dahulu dan keris Kamardikan, atau keris yang lahir paska kemerdekaan Republik Indonesia. 


Pewarta: Badrut Tamam 
Editor : Dekki