Peran Membaca Dan Berdiskusi dalam Melatih Keterampilan Berbicara
Cari Berita

Advertisement

Peran Membaca Dan Berdiskusi dalam Melatih Keterampilan Berbicara

29 Jan 2017

Indikatormalang.com - Seperti yang kita tahu tidak semuanya orang bisa terampil dalam berbicara dan menyampaikan. Keterampilan dan keberanian berbicara masuk dalam lingkup soft skil pada umumnya.

Diskusi mahasiswa di sebuah kampus

Orang pandai belum tentu mahir dalam berkomunikasi. Untuk itu maka perlu adanya latihan dalam melatih soft skill tersebut. Bahkan sangat dibutuhkan sekali jika kita memasuki dunia kerja. Budaya membaca adalah yang paling awal.

Dilihat dari kondisinya sekarang orang Indonesia kurang berminat dalam hal membaca. Padahal membaca dapat menambah kosa kata atau juga bisa menghasilkan kesimpulan individu uang membaca buku tertentu. Dengan mengenal kata kata sulit yang kita dapatkan dalam buku, kita mampu mengartikan dan mengelola kesimpulan. Tentu dengan kata kata sulit tersebut secara otomatis kita melatih untuk menyusun kalimat kesimpulan agar lebih bernilai estetik.

Setelah membaca kita pasti langsung membuat kesimpulan berdasarkan kebenaran diri kita. Kesimpulan dari pengetahuan buku yang kita baca tersebut sudah menjadi bentuk argumentasi. Setelah argumentasi tersebut sudah kuta punya, kita harus berani menyampaikan dalam bentuk diskusi. Diskusi adalah tempat kita dalam beradu argumentasi untuk kesimpulan yang bisa disepakati. Dengan diskusi otomatis kita terdorong emosional kita untuk berani berbicara dalam forum.

Dapat disimpulkan membaca dan berdiskusi adalah dua point penting dalam melatih keterampilan dan keberanian berbicara di depan umum. Keduanya saling berkaitan dan harus diselaraskan. Bahwa setelah membaca kita harus berdiskusi. Dengan demikian, soft skill kita akan terlatih dengan sendirinya. Kita mempunyai nilai seni dan keberanian dalam berbicara.


Penulis  : Faris
Editor : Redaktur IM