Pelarian Masyarakat Kota Malang
Cari Berita

Advertisement

Pelarian Masyarakat Kota Malang

26 Jan 2017

Ilustrasi: Balai Kota malang diwaktu Malam Hari / Foto: Dunia Internet

Kota Malang adalah termasuk daerah yang dijuluki kota pendidikan, bisa dibayangkan tingkat jumlah perguruan tinggi di kota malang yang terbilang cukup signifikan dikarenakan perguruan tinggi di kota malang termasuk banyak diminati dan terakreditasi. Kota malang juga sangat populer dikalangan masyarakat indonesia karena tempatnya yang strategis untuk tempat belajar dan juga sangat murah untuk bertahan hidup, karena biaya hidup di kota malang terbilang masih bisa terjangkau oleh masyarakat. 

Berbicara tentang pendidikan, jika tingkat pendidikan di suatu daerah meningkat bisa dikatakan tingkat pengangguran di daerah tersebut sedikit, dikarenakan kualitas pengajar didaerah tersebut cukup profesional dan handal dalam bidang pengajaran. Namun semua itu tidak akan dapat terealisasikan secara sempurna jika tidak ada dukungan yang penuh dari pihak pemerintahan di daerah itu sendiri. 

Dukungan dari pemerintah untuk meningkatkan kualitas sember daya manusia sangat dibutuhkan dalam mencapai pertumbuhan yang diinginkan. Seperti dalam visi misi dari pemerintah kota malang sendiri yang ingin menjadikan kota malang sebagai “Kota yang bermartabat”. Untuk mencapai visi misi dari daerah tersebut harus dilakukan dengan cara yang sungguh-sungguh dan tidak main-main. Akan tetapi realitasnya hingga masuk di tahun 2017 ini pemerintah kota malang masih belum dapat sepenuhnya merealisasikan visi misi dari daerah tersebut. Seperti yang dapat kita lihat akhir-akhir ini, tingkat pengangguran di kota malang masih berbanding jauh dibawah kota-kota lainnya. Hal ini disebabkan pemerintah yang lebih mengalokasikan dana APBDnya untuk pembangunan infrastruktur daerah dan tidak mengarah pada pemberdayaan masyarakatnya. 

Program pemerintah sendiri yang harusnya lebih mendukung untuk meningkatkan kualitas diri masyarakatnya pun tidak banyak yang terealisasikan secara sempurna, bahkan dikota malang sendiri pemerintahnya hanya selalu mengharapkan inisiatif dari masyarakatnya sendiri untuk merubah kualitas dirinya dan daerahnya tanpa ada dorongan secara langsung dari pihak pemerintahan. Salah satu contohnya adalah pembuatan kampung warna warni dan kampung penampung air yang pembuatannya atas inisiatif dari masyarakatnya sendiri, selain itu adalah masalah dari pengangguran di daerah kota malang yang malah banyak masyarakatnya melakukan pelarian berprofesi sebagai tukang parkir dan itu semua semata-mata hanya sebagai pelarian, dikarenakan kurangnya inisiatif dari pemerintahan untuk membuatkan lapangan kerja. Bahkan dari hal tersebut tidak jarang pelayanan parkir sendiri di kota malang masih kurang baik karena pekerjaannya itu hanya semata-mata sebagai pelarian untuk dapat mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari. 

Selain itu masalah yang ditimbulkan oleh pelarian ini tidak jarang menyebabkan banyaknya juru parkir liar dan premanisme banyak berkeliaran dan bahkan akibat dari perbuatan ini salah setunya adalah terjadinya kebocoran pendapatan negara, sungguh sangat disayangkan jikalau pemerintah kurang sigap mengawasi aktivitas ilegal tersebut. Pemerintah kota malang yang sebelumnya ingin mejadikan kota malang sebagai “kota yang bermartabat” hingga ditahun 2018 pun mungkin belum dapat terealisasikan dengan sempurna dikarenakan tidak ada kebijakan dari pemerintah untuk langsung turun secara nyata dalam pemberdayaan masyarakatnya.