Mitos Angker Jembatan Bengawan Solo Pedangan Cepu
Cari Berita

Advertisement

Mitos Angker Jembatan Bengawan Solo Pedangan Cepu

Bima Kita
15 Jan 2017


Diatas Sungai Bengawan Solo wilayah Cepu ada sebuah jembatan yang bersejarah di Cepu. Yaitu jembatan yang berada di perbatasan Kota Cepu dan Pandangan Bojonegoro. Jembatan juga menghubungkan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Jembatan ini dibangaun pada tahun 1992 dan diresmikan oleh gubernur Jawa Tengah Soewardi pada tahun 1994. 

Jembatan dengan panjang 220 meter dengan rentang 90 meter dan lebar 9 meter ini dibangun oleh Pemerintah dengan Konsultan Direktorat Jenderal Bina Marga dan Kontraktor PT. Nindya Karya (Persero) dengan konstruksi bangunan rangka baja atas Kelas Tipe A. Jembatan penghubung jawa timur jawa tengah ini mempunyai mitos yang sampai sekarang masih dipercayai oleh warga sekitar jembatan. Menurut warga yang mempercayainya, di sebalah kanan jembatan kalo dari arah kota cepu, terdapat pintu gerbang kerajaan yg dijaga oleh makhluk yang besar. Ada juga yang bilang kalau makhluk halus yang menghuni jembatan itu setiap tahunnya miminta sesembahan (tumbal) yang berupa anak remaja. Faktanya memang setiap tahunnya pasti ada korban yg jatuh dari jembatan bengawan solo ini, dan korbannyapun anak-anak remaja. 

Kejadian yang sempat membuat warga sekitar tak berani keluar rumah pada saat itu, seorang remaja tertabarak kereta api saat bemain dijembatan rel kereta, korban terpental jauh, dan bagian dari tubuh korban ada yang hilang dan tidak ditemukan. Yang baru baru ini yaitu menginjak akir tahun kemaren, remaja siswi yang masih Sekolah Menengah Pertama (SMP) juga jatuh dari jembatan penghubung jawa timur jawa tengah yg terletak di padanagan cepu. Remaja itu sedang asik berfoto-foto selfi dan terpeleset lalu terjatuh. Korban ditemukan jauh dari tempat lokasi kejadian. 

Setelah kejadian itu, teman-teman korban sok berat. Dan merasa tidak percaya kalau temannya mati tenggelam, akibat jatuh dari jembatan karena foto selfi. Menutur masyarakat sekitar yang masih mempercayai mitos dijembatan penghubung jatim jateng itu, dikaitkan dengan sesembahan (tumbal), yg diminta oleh makhluk yang menghuni jembatan tersebut, karenanya jika tidak ada korban jembatan tersebut cepat rusak, dan jika banjir air bengawan masuk sampai dalam perkampung. Namun disisi lain, jembatan yg sudah tidak dipakai itu selalu ramai dikunjungi saat malam hari, karna terdapat tempat kopian untuk anak-anak nongkrong.

Penulis    : Ivan
Editor     : Fahrul