Intelektualitas Para Pejuang Revolusi
Cari Berita

Advertisement

Intelektualitas Para Pejuang Revolusi

28 Jan 2017


Indikatormalang.com - Ketika seseorang dipandang sebagai pejuang revolusi bangsa ini, keluarlah pemikiran dan paradigma Intelektual Revolusioner, yang tidak hanya menjelaskan kehidupan mereka yang menyibukkan diri bertarung membawa perubahan saja, namun juga memberi gambaran akan kondisi budaya, sosial, dan politik yang melatarbelakangi mereka.

Perjalanan kehidupan itu mencakup periode perubahan yang sangat besar, di mana pada setiap aliran waktu mereka sedang melakukan upaya-upaya terencana untuk mendorong bangsa ini dari status yang dipandang belum maju menuju bangsa yang penuh beradab. Banyak konsep perjuangan perubahan adalah bentuk transformasi yang diinisiasi, digarap dan dimatangkan melalui berbagai lini organisasi dan penggalian wacana lainnya. Tercatat dalam sejarah, ketika kaum revolusi berperan aktif dalam bermacam perubahan, dalam hal budaya, politik, ekonomi dan agama.

Mereka banyak membawa perubahan pada aliran sejarah. Sampai banyak yang menilai mereka sebagai sintesa kondisi saat ini yang kontradiktif dengan paham Barat, mereka menjadi instrumental dalam mempertahankan kondisi bangsa. Dalam hal ini, kehidupan kaum revolusioner merefleksikanketegangan kaum kapitalis secara kultural, dan mati secara historis yang dikonfirmasikan dengan gelombang perubahan waktu. Bangsa dan masyarakat yang sedang mengalami perubahan menghadapi konfigurasi baru. Ide, langkah, gerakan, dan posisi mereka menjadi terpolarisasi, dan bagi mereka yang meyakini kebenaran hakiki, berada pada kondisi yang merugikan ketika kebenaran itu mengalami sintesa. Mereka yang lebih memilih idealterjebak dengan modernitas, secara total menjadi tidak fleksibel ketika menilai apa yang terjadi dan apa yang seharusnya terjadi.

Sebagaimana mereka yang memegang paham kolonial kapitalis sebagai benteng akhir dalam menghadapi kebutuhan-kebutuhan yang mendesak. Korupsi dan pemerasan terus merajalela,mereka benar-benar percaya, terpatri dalam cara mereka, bahkan santai dalam kebiasaan itu. Bagi bangsa ini, kebutuhan murni terhadap kemajuan dan perjuangan untuk melindungi bangsa menjadi kontradiktif. Kemajuan berlabel Barat, berorientasi pada perubahan dan anti pijakan spiritual (paham agama). Sedangkan mereka yang berlabel intelek, paham ajaran agama dan pikiran mereka merupakan pondasi nilai-nilai kemajuan bangsa dan masyarakat yang pastinya akan mapan, karena ini menjadi warisan budaya yang terpercaya.

Bagi kebanyakan intelek, perubahan yang diharuskan agama dan modernitas merepresentasikan sebuah pertukaran. Pilihan untuk merubah ke arah modernitas ideologis, ekonomi, politik, budaya akan tercipta dengan sendirinya hanya setelah perubahan bangsa dijalani tanpa menyingkirkan tuntutan perubahan agama. Pertentangan ide-ide kontradiktif yang sangat kuat ini melahirkan banyak tokoh intelektual yang mencari penyatuan oposisi yang akan menemukan kepastian.

Pejuang Intelek adalah kelompok yang dimaksud. Di pergulatan paham yang hangat saat ini, sisi praktis kaum intelek merupakan basis ujicoba untuk keyakinan perubahan di masa mendatang. Meskipun visi kaum intelektual tentang perubahan bangsa dan masyarakat terbentuk relatif lebih awal di saat ini, metode dan pendekatan untuk menguatkan idealisme akan mengalami transformasi yang besar. Perubahan bangsa dalam sejarah hingga saat ini, menjadikan kita kuat di setiap jalan perjuangan politik, yang akan dijadikan estafet para pembaharu bangsa masa mendatang.

Besarnya perubahan bangsa ini membuktikan bahwa model aksi politik dan perubahan dipandang sangat efektif dalam lingkungan sosial, terbukti membawa pencerahan pada setiap lini. Lanjutkan aksi itu, bangsa dan masyarakat sangat memberi ruang perubahan yang digagas kaum intelek. Spirit dan budaya ini, dipastikan tetap hidup meski dalam kondisi apapun. Rasa sakit yang menyelimuti kita dalam perjuangan adalah suatu kehormatan. Kenikmatan setelah merasakan kesakitan akan dijadikan penggugah kehidupan lebih baik, karena orang yang berharga adalah orang yang merasakan sakit dalam perjuangan, itulah manifestasi manusia seutuhnya. Semua tipe, dari praktisi, intelekrtual dan pembaharu, akan tampil menunjukan perubahan di setiap saat.

Seperti ungkapan para bijak, "Yakinlah dengan Iman, Usahakanlah dengan Ilmu, Sampaikanlah dengan Amal".


Penulis :  Bolly
Editor : Bima Utama
Ilustrasi : Ensiklo.com