Habib Rizieq : Apapun Yang Saya Lakukan Akan Dilaporkan Ke Polisi
Cari Berita

Advertisement

Habib Rizieq : Apapun Yang Saya Lakukan Akan Dilaporkan Ke Polisi

25 Jan 2017

Habib Rizieq / Foto : Tempo.co

Indikatormalang.com - Semenjak aksi bela Islam jilid 1,2,3, Imam besar From Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Shihab merasa dirinya kebanjiran laporan oleh banyak pihak kepada Polisi. Habib : saya tidak akan mundur, tetap bela islam.

Dalam kesempatan ceramahnya yang diambil dari youtube pada Chanel Cimande Media dengan judul Persiapan aksi 161 oleh Habib Rizieq yang dipublikasikan pada tanggal 14 janiari 2017, ia menjelaskan bahwa dirinya lebih sering di laporkan ke polisi

“Jadi kondisi sekarang bapak ibu saya mau kasih tahu kondisi saya saat ini, sudara andai kata saya tidak sengaja menginjak seekor semut yang sedang berjalan diatas sebuah ranting kering, niscaya semutnya dipaksa buat ngelaporin saya ke polisi, dan ranting yang patah dijadiin barang bikti sudara, artinya apa saja yang bisa jerat saya, bisa paksa saya, panggil saya, ancam saya akan mereka lakukan sudara, tapi kita tidak akan mundur, Islam tidak boleh hina di republik ini sudara, takbir...takbir...takbir..." ucapnya berapi-api di depan para jema'ahnya . 

"Semenjak aksi 411, 212 sudara, itu dianggap oleh si penguasa sebagai ancama, jadi kita umat Islam yang minta penegakan hukum, yang minta penista Al-Qur'an dihukum, kita dianggap sebagai ancaman sudara, dianggap Mengancam NKRI, Mengancam Pancasila, Mengancam UUD 45, Mengancam Bhineka Tunggal Ika” Tambahnya menerangkan tentang keadaannya pada saat itu.

Lebih lanjut lagi ia menyatakan bahwa polisi terlalu bersemangat dalam memanggil orang tanpa melakukan penelitian terlebih dahulu. “Jangan semua laporan polisi memanggil orang, orang kalau ada pelaporan diteliti dulu memenuhi unsur atau tidak, orang kalau ada laporan liat dulu sudara, ini laporan mengganggu keamanan atau tidak, jangan semua laporan diterima juga.” Pungkasnya memprotes tindakan Polisi yang sewenang-wenang. 

Ia juga berpendapat bahwa kalau ia mau dipanggil atau diperiksa boleh saja, akan tetapi laporan masyarakat lain diproses juga, karena ia merasa masih ada laporan-laporan masyarakat lain yang belum diproses, kemudian ia juga menyarankan kapada pihak kepolisian agar lebih mengedepankan pendekatan kekeluargaan kepada para Ulama, Para Ajengan dan kepada pimpiman pondok pesantren, karena kalau polisi dekat dengan para ulama dan lainnya, maka mereka juga siap bersatu dukung, bela dan membantu pihak kepolisian.



Pewarta : Rachmat Mulyana
Editor : Dekki