Ayang: Pendamping Desa, Pengabdian yang Luar Biasa
Cari Berita

Advertisement

Ayang: Pendamping Desa, Pengabdian yang Luar Biasa

26 Jan 2017


Indikatormalang.com – Mendapat amanah menjadi Pendamping Desa Pemberdayaan (PDP) di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima NTB dari Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi (KEMENDES), tidak membuat Ayang Syaifullah (37) berbangga diri. Justru amanah itu dijadikan sebagai motivasi untuk memberikan pengabdiannya kepada masyarakat. Meskipun hanya seorang diri dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendamping Desa.

“Sebenarnya butuh banyak orang tapi apa daya KEMENDESA yang merekrut, Insya Allah tahun ini,  Kecamatan Wera bisa menjadi lebih baik. Ini menjadi tugas yang cukup berat karena saya sendirian” ungkap Ayang, sapaan akrab pria ini, penuh semangat.

Ayang mendapatkan penjelasan dan penandatangan surat perjanjian kerja dengan Satker P3MD Propinsi Nusa Tenggara Barat bersama 61 orang lainnya pada hari kamis, 8 Desember 2016 di Aula BPMPD Propinsi Nusa Tenggara Barat setelah melewati proses tes yang terbilang tidak mudah.

“Saya lulus tes bulan juni, tapi diresmikan di bulan desember 2016, prosedur rekrutmen juga tidak gampang” ujarnya. Ayang merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Makassar (UNISMUH). Setelah menyelesaikan studinya pada tahun 2010, ayang langsung tancap gas untuk kembali mengabdi pada kampung halamannya.

Sebagai pendamping di 14 Desa, di akuinya mendapat tantangan tersendiri. Pasalnya letak geografis yang cukup sulit dijangkau dan pengetahuan Pemerintah Desa serta elemen masyarakat yang masih minim mengenai tata kelola dan pembangunan Desa membuatnya harus bekerja ekstra dalam melakukan pendampingan.

“kita tahu letak geografis 14 desa yang tidak mudah di jangkau, disamping itu pengetahuan Pemerintah Desa masih minim, kadang mereka kaget dan bingung memegang banyak uang, dan masyarakat juga tidak tahu banyak cara mengawasi Pemerintahnya. Saya harus bekerja ekstra kesana kemari mendapingi mereka” Paparnya

Ayang sendiri berharap, kedepannya Pemerintah Daerah memberikan pelatihan-pelatihan kepada Pemerintah Desa dan partisipasi masyarakat semakin ditingkatkan dalam membangun Desa yang transparan disegala bidang.

“Pemerintah Daerah harus memberikan pelatihan-pelatihan kepada Pemerintah Desa, agar mereka siap melakukan pembangunan, disamping itu masyarakat harus terlibat dalam mengawasi bersama saya kegiatan pembangunan desanya agar Pemerintah Desa lebih transparan dalam bertindak” jelasnya mengakhiri wawancara bersama Indikator Malang.


Pewarta : Furkan SA