30 Menit Saja Saya Yakin Zumi Zola akan Melambaikan Tangan
Cari Berita

Advertisement

30 Menit Saja Saya Yakin Zumi Zola akan Melambaikan Tangan

25 Jan 2017


Indikatormalang.com – Menjadi seorang tenaga medis seperti perawat ternyata tidaklah mudah bahkan bisa dikatakan berat, tak hanya mengandalkan keterampilan semata, kesabaran yang super extra menjadi dasar dalam memberikan kenyamanan kepada pasien. Seperti kisah yang di alami oleh Nn Nlia Riski (24), Perawat Kelahiran Bima yang bekerja di RS Permata Ibu Tangerang.

Profesinya berawal ketika Nila berhasil menyelesaikan Studi Ners-nya pada tahun 2015. Awalnya Nila sempat menganggur selama 2 bulan, ia mengirim lamaran pekerjaan ke beberapa klinik di jakarta, hingga akhirnya diterima untuk bekerja di Klinik Indosehat. namun tidak lebih dari 4 bulan Nila keluar dari Klinik Indosehat, karna harus pulang merawat uminya yang sakit.

“Saya melamar ke beberapa Klinik di Jakarta trus di terima untuk bekerja di Klinik Indosehat, tapi cuman 3 bulan saya bekerja disitu. Karna saya harus pulang merawat umi saya yang sedang sakit, saya lebih memilih umi saya dari pada pekerjaan. Akhirnya saya keluar” Ungkapnya menceritakan.

Setelah selesai merawat uminya, Nila memutuskan untuk kembali merantau ke jakarta. Sempat menganggur selama 2 bulan di tangerang setelah akhirnya diterima untuk bekerja di RS Permata Ibu. “Setelah selesai merawat umi, saya kembali lagi ke Jakarta. Selama dua bulan sempat nganggur, hingga akhirnya saya diterima di RS Permata Ibu Tangerang.

”Ujarnya Sebagai seorang perawat, Nila mengaku mendapat banyak tantangan dalam melaksanakan tugasnya, Nila harus selalu siap siaga dalam memberikan pelayanan dan perawatan terhadap pasiennya. bahkan menjadi seorang perawat memiliki resiko yang sangat tinggi, misalnya tertular penyakit menular, seperti HIV/AIDS dan lain-lain.

“Apapun yang terjadi saya harus selalu siap memberikan pelayanan dan perawatan terbaik kepada pasien saya, dengan tidak memandang dia miskin atau kaya, bau atau wangi. meskipun beresiko tinggi tertular penyakit pasien” Ujarnya

“Tapi bagi saya, ucapan terimaksih dari pasien sangatlah berarti. Dan suatu kebanggaan bisa memberikan pelayanan dan perawatan kepada mereka” Tambahnya

Nila sendiri berharap kepada semua masyarakat indonesia khususnya para perawat dimanapun berada agar ikhlas memberikan pelayanan dan perawatan kepada pasiennya, begitupun sebaliknya masyarakat indonesia khususnya pasien agar menerima segala kekurangan dan kelemahan atas pelayanan dan perawatan seorang perawat. Nila juga sempat menyesali tindakan Gubernur Zumi Zola terhadap perawat yang sedang marak dibicarakan. Nila menganggap bahwa tindakan itu tidak layak untuk seorang Gubernur dan tidak menghargai jasa para perawat di indonesia.

“Saya harap perawat indonesia ikhlas dan care sama semua pasiennya, kalau mereka sembuh maka surga ada di depan. Paka Zumi Zola tidak mengerti dan tidak akan kuat, coba saja jadi perawat selama 30 menit saja saya yakin pak Zumi Zola akan melambaikan tangan” pungkasnya


Pewarta : Furkan SA
Editor : Dekki