Wilayah Malang dan Sekitarnya Diguncang Gempa Bumi Subduksi Lempeng, Warga Diminta Tenang
Cari Berita

Advertisement

Wilayah Malang dan Sekitarnya Diguncang Gempa Bumi Subduksi Lempeng, Warga Diminta Tenang

18 Sep 2016


Indikatormalang.com - Minggu, 18 September 2016, pukul 10.27.11 WIB, seluruh wilayah pesisir Malang, Blitar, dan Tulungagung diguncang gempa bumi tektonik. Analisis BMKG, menunjukkan bahwa gempabumi ini berkekuatan M=4,6 Skala Richter dengan episenter pada koordinat 8,92 LS dan 112,43 BT, tepatnya di laut pada jarak 77 km arah baratdaya kota Malang pada kedalaman 83 km. 

Peta tingkat guncangan shake map BMKG menunjukkan, dampak gempabumi ini menimbulkan guncangan pada II Skala Intensitas Gempabumi BMKG (III MMI) di wilayah Karangkates, Malang, Blitar, Tulungagung, Kademangan, Wlingi, dan Dampit.

Menurut laporan BPBD Blitar dan Stasiun Geofisika Karangkates, banyak warga terkejut akibat guncangan gempabumi yang menyentak dengan tiba-tiba ini. Namun demikian hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan akibat gempabumi. 

Jika ditinjau dari kedalamannya, tampak bahwa gempabumi ini dipicu aktivitas subduksi lempeng. Dalam hal ini Lempeng Indo-Australia menyusup ke bawah Lempeng Eurasia dan terjadi deformasi batuan di zona Benioff pada kedalaman 83 km. Sistem subduksi lempeng di zona ini memang cukup aktif dengan laju penyusupan sekitar 71 mm/tahun. 

BMKG mencatat selama tahun 2016 wilayah Malang, Blitar, dan Tulungagung sudah diguncang gempabumi dirasakan sebanyak 8 kali. Sebagai kawasan di zona pertemuan lempang, tingginya tingkat aktivitas gempabumi semacam ini masih tergolong wajar. 

Terkait dengan peristiwa gempabumi ini, maka kepada warga pesisir pantai Malang selatan, Blitar dan Tulungagung dihimbau agar tetap tenang mengingat gempabumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami. 


Pewarta : Dek
Editor : Abdi