Papakoma Tepis Isu Kebocoran Uang Parkir Kota Malang Hingga Milyaran Rupiah
Cari Berita

Advertisement

Papakoma Tepis Isu Kebocoran Uang Parkir Kota Malang Hingga Milyaran Rupiah

25 Sep 2016


Indikatormalang.com – Keberadaan parkir liar di Kota Malang menjadi sorotan dari berbagai elemen masyarakat. Keberadaan parkir liar tersebut dianggap membebani warga kota Malang. Selain itu, keberadaan parkir liar diduga telah menyebabkan kebocoran pendapatan kota Malang dari sektor parkir hingga puluhan Milyar. 

“Parkir liar menurut saya adalah parkir tanpa izin baik dari Dispenda maupun Dishub” ungkap Drs Berto, MM selaku Kasi Retribusi Dinas Perhubungan Kota Malang dalam acara FGD yang digelar oleh LBH Peka dan Hasta Komunika (24/9/16). 

Menurut Made, humas dari Persatuan Parkir Kota Malang (PAPAKOMA) isu kebocoran hingga puluhan milyar tidak benar. “Kami rasa kok nggak benar ya selama ini. Katanya banyak uang parkir bocor, yang tahu kan kami di bawah (tukang parkir), berapa sebenarnya pendapatan dari parkir” ungkapnya dalam forum tersebut. 

Keyakinan tersebut dikuatkan oleh Harvad Kurniawan R. S.H dari LBH Peka Malang. Menurutnya potensi parkir yang menembus angka puluhan miliar itu tidak berdasar yang jelas, sebab target parkir per 30 desember hanya 7 miliar dari Dishub Kota malang. “Angka puluhan juta itu dari mana dasarnya”, tegas advokat tersebut. Ia menambahkan bahwa Parkir di Kota Malang sampai saat ini masih diatur perda. “Perda kan mengatur belum sedetail mungkin, untuk itu dibutuhkan sebuah regulasi yang lebih teknis lagi dengan membuat peraturan wali kota (perwal)” tambah pria asli malang itu. 

Dalam kesempatan yang sama, Papakoma selaku wadah paguyuban pengelola parkir Kota Malang mengklaim selalu meminta ijin kepada Pemkot untuk mengelola parkir. “Kami dari paguyuban parkir sebelum mengadakan parkir ditempat yang bersangkutan, kami selalu meminta izin dari RT, RW, bahkan sampai Dinas terkait. Jadi kami tidak ada yang tanpa izin, kami punya legalitas dari pemerintah” Ungkap Made.


Pewarta : Abadi
Editor : Dik