Lima Puluh Nama ini Dilarang Digunakan di Arab Saudi
Cari Berita

Advertisement

Lima Puluh Nama ini Dilarang Digunakan di Arab Saudi

16 Sep 2016

Ilustrasi / Gambar: detechter.com
Indikatormalang.com – Menteri Dalam Negri Arab Saudi mengeluarkan larangan terkait pemberian nama anak. Sebanyak 50 nama dilarang digunakan di negara berkenaan. Seperti dilaporkan media lokal setempat, larangan tersebut dikeluarkan karena bebrapa nama bertentangan dengan adat dan keyakinan norma agama di negara Petro Dollar tersebut. 

Setelah peraturan pelarangan penggunaan nama buat anak dikeluarkan. Para orang tua dilarang memanggil anaknya dengan nama Linda, Alice, Elaine atau Binyamin. Penggunaan nama Binyamin dilarang karena nama tersebut merupakan nama anak nabi Yakub dan juga merujuk pada nama Perdana Mentri Israel Benjamin Netanyahu musuh bebuyutan Arab saudi. 

Menurut laporan Gulf News, beberapa nama masuk dalam daftar yang karena tidak bukan nama Arab atau Islam. Selain itu secara keseluruhan pelarangan tersebut karenga dianggap bertentangan dengan tradis budaya Arab saudi. Alasan kedua adalah beberapa nama yang dilarang menyerupai nama para tokoh yang dianggap jahat oleh negara tersebut. 

Nama lain yang dilarang digunakan adalah Sumuw (Yang Mulia), Malik (raja) dan Malika (Ratu). Nama-nama tersebut dikonotasikan dengan keluarga kerajaan. Sementara untuk nama yang lain belum diketahui secara pasti sebab pelarangannya. 

Berikut nama-nama yang dilarang seperti dilaporkan oleh Gulf News is: 
Malaak (malaikat) 
Abdul Aati 
Abdul Naser 
Abdul Musleh 
Binyamin (Benjamin) 
Naris 
Yara 
Sitav 
Loland 
Tilaj 
Barrah 
Abdul Nabi 
Abdul Rasool 
Sumuw (yang mulia) 
Al Mamlaka (Kerajaan) 
Malika (Ratu) 
Mamlaka (kerajaan) 
Tabarak (Terberkahi) 
Nardeen 
Sandy 
Rama (tuhan untuk Hindu) 
Maline 
Elaine 
Inar 
Maliktina 
Maya 
Linda 
Randa 
Basmala (awal srat Al-fatihah) 
Jibreel (malaikat Jibril) 
Abdul Mu’een 
Abrar 
Iman 
Bayan 
Baseel 
Wireelam 
Nabi 
Nabiyya 
Amir (putri raja) 
Taline 
Aram 
Nareej 
Rital 
Alice 
Lareen 
Kibrial 
Lauren


Pewarta : Herwanto
Editor : Abdi