Terkait Penganiayaan Guru di Makasar, Aktivis HMI Malang Minta Pemerintah Tidak Tinggal Diam
Cari Berita

Advertisement

Terkait Penganiayaan Guru di Makasar, Aktivis HMI Malang Minta Pemerintah Tidak Tinggal Diam

12 Agu 2016

Indikatormalang.com,--Aksi penganiayaan Guru SMKN 2 Makassar oleh orang tua siswa yang tidak terima dengan cara mendisplinkan anaknya di sekolah, menuai reaksi dari berbagai elemen. Termasuk dari Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang.

Aktivis HMI mengutuk keras aksi penganiayaan tersebut. Furkan, ketua umum HMI Komisariat Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMM, meminta pemerintah dan organisasi profesi tidak tinggal diam terhadap lemahnya perlindungan profesi guru.

"Ini bukan kejadian yang pertama guru diberlakukan tidak mulia, kami berharap pemerintah dan organisasi profesi tidak tinggal diam," ujar pria kelahiran Bima NTB kepada Indikatormalang.com, Kamis (11/8/2016).

Lebih lanjut, aktvis HMI Malang ini menilai rentetan kekerasan terhadap profesi guru hari ini menjadi bukti bahwa hukum profesi masih lemah, sejatinya  negara tidak boleh absen terhadap persoalan ini, Furkan berharap semua elemen harus mendorong isu ini.

"Saya rasa ini sudah mendesak, RUU Guru harus segera dijadikan agenda prioritas legislasi nasional, di daerah juga penting untuk membuat Perda Inisiatif tentang perlindungan profesi guru, kan UU 14 Tahun 2005 dan PP 74 tahun 2008 sudah membuka peluang untuk itu" imbuhnya.

Pewarta: Abdi
Pegiat Indikator Malang