Forum Pemuda Sangiang Datangi Kantor Desa Klarifikasi Penjualan Aset Desa dan Penggunaan Dana Desa
Cari Berita

Advertisement

Forum Pemuda Sangiang Datangi Kantor Desa Klarifikasi Penjualan Aset Desa dan Penggunaan Dana Desa

29 Agu 2016


Indikatormalang.com – Forum Pemuda Sangiang mendatangi kantor Desa Sangiang (29/8/16) untuk menemui Kepala Desa dan Ketua BPD. Tujuan kedatangan dalam rangka untuk mengklarifikasi isu penjualan tanah oleh Pemerintah Desa serta meminta keterangan terkait penggunaan Alokasi Dana Desa. 

Sebelumnya telah berkembang dua isu tidak sedap yang menerpa pemerintahan desa Sangiang. Pihak Desa ditengarai telah menjual beberapa bidang tanah kosong kepada beberapa masyarakat dengan harga 1 juta perbidang tanah. Selain itu pihak desa juga ditengarai tidak transparan dalam pengelolan Dana Desa sehingga menimbulkan kecurigaan dari warga desa. "Kami mendatangi kantor desa Sangiang untuk mengklarifikasi isu-isu miring yang berkembang di Masyarakat. Pertama, mengenai penggunaan ADD yang tidak transparan serta adanya isu penjualan tanah kosong oleh Pemdes kepada beberapa masyarakat" ungkap Yoni kepada indikator Malang. 

Dalam klarifikasinya Kepala Desa dihadapan peserta forum menjelaskan bahwa pemdes Sangiang tidak bermaksud menjual tanah kosong kepada masyarakat desa. Menurut Kepala Desa kebijakan yang di ambil untuk memberikan tanah kosong kepada masyarakat sudah merujuk pada peraturan Pemdes dan BPD periodre sebelumnya. "Kami tidak menjual tanah kepada masyarakat, kami hanya melaksanakan peraturan Pemdes dan BPD sebelumnya. Uang 1 juta tersebut bukan harga tanah, tapi biaya administratif bagi masyarakat yang memenuhi syarat” terang Kepala Desa kepada peserta forum. Sedangkan terkait masalah ADD pihak desa berjanji untuk mengelolanya dengan transparan. 

Namun hasil audiensi dengan pihak desa belum memuaskan peserta Forum. Menurut Yoni Koordinator Forum Pemuda Sangiang menegaskan bahwa Pemdes dan BPD tidak memiliki landasan hukum yang kuat, dan tidak punya wewenang untuk memberikan tanah kosong itu kepada siapapun. "Tanah kosong itu bukan aset desa, dan belum ada perdes yang mengatur tentang tata cara pengaturan dan pengelolaan tanah kosong itu, makanya saya menyarankan agar Pemdes bersama BPD segera membuat Perdes untuk mengatur semua itu" ucapnya. "Diskusi tadi belum selesai, saya dan kawan-kawan akan mengirim Surat kepada BPD Sangiang untuk mengadakan audiensi bersama masyarakat supaya masalah ini cepat selesai" tambah Yoni 


Pewarta : Furkan SA 
Editor : Abdi