Coban Rondo; Air Terjun Seribu Pesona Seribu cerita
Cari Berita

Advertisement

Coban Rondo; Air Terjun Seribu Pesona Seribu cerita

17 Agu 2016


Indikatormalang.com - Panorama air terjun Coban Rondo sungguh menakjubkan. Derasnya air meluncur dari bibir tebing bak anak panah tak putus-putus. Mencipta lautan buih bak permadani. Deburannya menghempaskan butir-butir air seperti menari, baradu dengan rentak  irama deburan air yang  jatuh dari ujung tebing.  Hijau pepohonanan yang berderet memagari tebing menuju lokasi air terjun seperti  lukisan mural yang menghiasi  tembok alam.

Asri, teduh, dan sejuk sungguh paduan panorama alami yang cukup sempurna.  Sejuknya udara pegunungan dengan balutan keindahan alam merupakan pesona  pertama yang akan menyambut kehadiran kita. Banyaknya satwa liar disekitar coban rondo mengajak kita untuk menyapa dan menyatu dengan alam.

Jika anda menginginkan tempat plesir yang murah meriah, terjangkau, alami, menantang, segar, dan tentu saja membuat kita sehat ... lokasi wana wisata ini cocok buat pembaca.

Wisata Air terjun Coban Rondo Malang ini merupakan salah satu destinasi wisata yang sangat populer di kalangan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Air terjun setinggi 84 meter dan berada di ketinggian 1.135 MDPL ini berasal dari sumber mata air Cemoro Dudo yang terletak di lereng Gunung Kawi  dengan debit 150 liter per detik pada musim hujan dan 90 liter per detik di musim kemarau.
Objek wisata Air Terjun Coban Rondo terletak 12 Km dari Kota Batu, tepatnya berada di desa Pandansari, Kecamatan Pujong, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Konon, asal mula Air Terjun Coban Rondo ini berawal dari sebuah kisah asmara sepasang pengantin baru yang bernama Dewi Anjarwati yang berasal dari Gunung Kawi dan Raden Baron Kusuma yang berasal dari Gunung Anjasmoro. Saat usia pernikahan mereka yang ke Selapan (36 hari), Dewi Anjarwati mengajak suaminya berkunjung ke rumah mertuanya di Gunung Anjasmoro. Berdasarkan adat orang Jawa, jika usia pengantin masih Selapan, maka mereka belum diperbolehkan meninggalkan rumah terlalu jauh. Oleh sebab itulah, mereka dilarang untuk pergi ke Gunung Anjarwati oleh orang tua Raden Baron. Namun, keduanya bersikeras berkunjung ke Gunung Anjasmoro. Di tengah perjalanan, tiba-tiba muncul Joko Lelono yang ternyata terpikat oleh kecantikan Dewi Anjarwati. Raden Baron pun memerintahkan anak buahnya untuk menyembunyikan Dewi Anjarwati ke sebuah lokasi yang terdapat Air Terjun (dalam bahasa Jawa disebut Coban). Raden Baron dan Joko Lelono bertempur hebat hingga keduanya pun tewas. Akibatnya Dewi Anjarwati menjadi Janda (dalam bahasa Jawa Rondo). Sejak saat itulah air terjun ini dinamakan dengan Air Terjun Coban Rondo.


Tak lengkap rasanya jika hanya sekedar menikmati derasnya air terjun. Jangan galau... di lokasi ini tersedia area camping ground yang luas. Bisa kita gunakan untuk outdoor larning ataupun Outbond. Jika anda termasuk tipikal wisatawan petualang, tempat ini pas buat anda. Anda bisa melakukan Tracking ke Coban Tengah (air terjun juga), lumayan lah buat peras keringat ... dijamin seru, itung-itung bakar kalori sambil hirup oksigen gratis. Anda juga bisa bersepeda gunung, kalau anda yang suka olah raga sepeda donwhill dijamin coban rondo lokasi yang menantang dan wajib dimasukkan dalam rujukan petualangan. Manarik bukan...?.

Pembaca yang budiman, sebelum anda berkunjung ke Coban Rondo ada baiknya simak dulu tips dan trik dari Indikator Malang. Gunakan jaket, sarung tangan, kaos kaki, masker, topi hangat agar anda tidak kedinginan. Sebaiknya bawa kendaraan sendiri atau ngojek karena jarak dari pintu masuk ke area waterfall sangat jauh jika ditempuh dengan berjalan kaki. Berhati-hatilah jika membawa kantong yang berisi makanan terutama kacang, karena jika diminta monyet di daerah tersebut harus diberi, jika tidak monyet tersebut akan marah. Patuhi beberapa peraturan yang ada saat berkunjung ke lokasi ini, dilarang mandi atau berada di bawah air terjun. Apabila hujan lebat turun maka sebaiknya anda segera meninggalkan lokasi wisata. Karena ditakutkan akan terjadi banjir ataupun longsor.


Untuk menuju kesana bukanlah perkara yang sulit. Kita bisa memakai kendaraan umum maupun kendaraan pribadi. Jika menggunakan Kendaraan Umum, silahkan  ambil bis jurusan Malang dari Surabaya - Lalu naik angkutan umum dari Terminal Arjosari Malang jurusan Landungsari. Sesampainya di Ladungsari lanjutkan dengan bis tujuan Kediri via Pujon, turun di pertigaan Patung Sapi yang merupakan pintu gerbang ke Coban Rondo. Dari sana, sudah tersedia ojek yang siap mengantar anda hingga ke lokasi.

Bagaimana kalau menggunakan Kendaraan Pribadi?. Kurang lebih sama saja. Dari jalan raya arah Batu – Pujon, Malang, setelah melalui tanjakan yang landai dan jalan berkelok-kelok dan terkadang tajam (orang setempat menyebutnya Bukit Payung), maka Anda akan sampai di puncak perbukitan. Sebuah papan nama dengan ukuran besar akan memberikan petunjuk untuk belok ke arah kiri keluar dari jalan raya guna menemukan obyek wisata Air Terjun Coban Rondo.



Pewarta : Dekki
Editor : Abdi