Kedaulatan Maritim Menjadi Agenda Utama KKN Kebangsaan 2016
Cari Berita

Advertisement

Kedaulatan Maritim Menjadi Agenda Utama KKN Kebangsaan 2016

30 Jul 2016

Indikatormalang.com--Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan 2016 merupakan kegiatan antar Mahasiswa di Indonesia yang dilakukan setiap tahunnya yang diikuti oleh perwakilan berbagai Universitas Negeri seluruh Indonesia, tujuannya tak lain demi membangun konektifitas dan komunikasi antar Mahasiswa. Agenda yang dilakukan beragam, kali ini Kementerian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristek) Republik Indonesia sebagai penyelenggara KKN Kebangsaan 2016 mendaulat Universitas Raja Ali Haji (UMRAH) di Provinsi Kepulauan Riau sebagai tuan rumah KKN Kebangsaan 2016 yang diikuti tak kurang 42 Perguruan Tinggi Negeri termasuk Universitas Teknik Malaysia yang kali ini ikut berpartisipasi dalam KKN Kebangsaan yang sudah dimulai sejak tahun 2013 silam itu. Ada 671 mahasiswa dari berbagai delegasi yang dibagi menjadi 44 kelompok dan kemudian disebar ke dalam empat kabupaten.

    Setiap tahun, KKN Kebangsaan mempunyai agenda kerja tertetu berdasarkan letak geografis dan kondisi sosial dengan permasalahannya. Tema yang dibangun “Pengembangan Ekowisata  Bahari Pulau Terdepan, Tertinggal, Terisolir Provinsi Kepulauan Riau Berbasis Masyarakat Sebagai Strategi Menjaga Kedaulautan Negeri”. Kali ini KKN Kebangsaan tidak sendiri, mereka bekerja sama dengan pihak pemerintah setempat serta mendapat pengawasan dan asupan wawasan mental serta fisik dari prajurit Lantamal IV TNI Angkatan Laut  untuk mewujutkan visi tersebut.

Menurut Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Ade Supendi yang membuka acara sekaligus memberikann arahan mengatakan, fokus utama dalam KKN Kebangsaan diarahakan kepada pemahaman kan pentingnya artinya kedaulautan NKRI bagi keutuhan bangsa lewat penyuluhan dan kerja oleh Mahasiswa yang mana, masyarakat kemudian mampu mengapresiasi dikemudian hari. “Kedaulatan kemaritiman kita harga mati bagi keutuhan NKRI,” ujarnya  saat memberikan sambutan (22/7).


Hanafi Alfadhani Mahasiswa delegasi dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengatakan, banyak pengalaman yang didapat dirinya, terutama dalam bidang penanganan kesejahteraan dan tugas-tugas pengamanan wilayah negara. Masyarakat perbatasan di mana dirinya bertugas merupakan ujung tombak dalam menjaga keabsahan tapal batas wilayah NKRI. Mereka harus banyak diberikan kepercayaan dan keterampilan, karena bukan tidak mungkin jika kesejahteraan dan apratur daerah yang tak memadai dan tak merata dapat dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk dieksplotasi.”Berat dan tertantang, tapi beginilah resikonya kita harus bekerja maksimal,” katanya (30/7)

Hanafi menambahkan, dirinya justeru melihat perkembangan kemajuan terutama di kota besar juateru sangat berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di daerah pedalaman. Dirinya yakin, KKN Kebangsaan hanya mengupas permasalahan kecil saja dari keseluruhan perosolaan ketimpangan dan diferensiasi sosial yang terjadi di bangsa ini. waktu kerja yang disediakan sebulan  bisa saja hanya cukup mengenal permukaanya saja tetapi persoalan sebenarnya belum bisa ditalangi misal pendidikan, pengadaan rumah tinggal dan perlindungan hak-hak adat yang mulai tergusur pendapat-pendapat yang merongrong kemajuan akan tetapi, malah menggusur keberadaan tatanan sosial yang ada bukan membangunnya. “Tak ada kata lain, selalin benar-benar merumuskan kerja tuntas dengan waktu sesingkat mungkin yang disediakan,” ungkap Mahasiswa yang juga aktif  sebagai Ketua di Lembaga Bantuan Hukum Adilah Bangsa Jakarta Tersebut. (MD)