Warga Dusun Purboyo Merasa Dipermainkan Aparat Desa Purwosekar dan PLN
Cari Berita

Advertisement

Warga Dusun Purboyo Merasa Dipermainkan Aparat Desa Purwosekar dan PLN

15 Jun 2016


Pak gatot (Baju Biru)
Indikatormalang.com - Program Pemasangan listrik baru oleh PLN di Dusun Purboyo desa Purwosekar Tajinan Malang memunculkan kekecewaan dikalangan warga masyarakat yang mendaftar. Kekecewaan warga terjadi akibat janji PLN yang tidak ditepati. Tak jarang sebagian besar warga merasa ditipu oleh PLN, karena aliran listrik yang dijanjikan tidak dipasang-pasang padahal warga sudah mendaftar. 

Seperti diketahui, awalnya masyarakat Purboyo ditawari program listrik murah dan hemat oleh pemerintah desa Purwosekar dalam sebuah acara tahlilan melalui pak Sunari selaku ketua RT 18. Dalam acara tersebut pak Sunari menawarkan pemasangan listrik murah dan hemat kepada masyarakat dengan harga Rp 6.75.000 per KK untuk lampu 450 watt. "Waktu itu kami diberitahukan oleh pak sunari bahwa ada program pemasangan listrik murah dan hemat" ungkap pak Gatot kepada Indikator Malang. 

Pada tanggal 2 Desember 2015, masyarakat memabayar biaya pemasangan listrik kepada pemerintah desa yang dilakukan di kantor desa, namun sampai hari ini pemasangan listrik itu belum juga dilakukan. "Saya sudah membayar uang pemasangan kepada pemerintah desa, sejak desember 2015, tapi sampai sekarang listrik itu belum juga dipasang" tambah pak gatot. 

Dalam kurun waktu 6 Bulan pemerintah desa dan pihak PLN sudah mengadakan dua kali pertemuan dengan mayarakat yang sudah membayar untuk membahas kelanjutan program pemasangan listrik tersebut. Pertemuan kedua dilaksanakan hari selasa 14 juni 2016, namun hasilnya mengecewakan karena pemerintah desa dan PLN tidak bisa memberikan kepastian tentang kapan pemasangan listrik itu akan dilakukan padahal sudah 6 bulan lamanya masyarakat menunggu. 

Kekecewaan masyarakat semakin menjadi-jadi tatkala pemerintah desa dan PLN meminta bayaran tambahan supaya dipercepat proses pemasangannya. 

Akibat ketidakpastian dan merasa dipermainkan, sebagian masyarakat meminta uangnya dikembalikan. Namun, sepertinya permintaan tersebut akan sia-sia. "Kami sangat kecewa, kami minta uang kami dikembalikan secepatnya, kami merasa dibohongi, tapi mereka bilang uang kami belum tentu bisa kembali" tandas pak gatot dengan raut muka kecewa. 


Pewarta: Furkan S.A 
Editor : Abdi