Puasa Itu Sehat dan menyehatkan, Maka Berpuasalah
Cari Berita

Advertisement

Puasa Itu Sehat dan menyehatkan, Maka Berpuasalah

14 Jun 2016

Indikatormalang.com - Berpuasa bukan hanya ritualitas ibadah semata. Puasa memiliki banyak manfaat untuk tubuh yang tidak diketahui manusia. Banyak penelitian yang telah dilakukan oleh para ilmmuan membuktikan bahwa puasa memberikan efek positif bagi tubuh manusia dibandingkan dengan efek negatifnya.

Berikut keajaiban puasa yang dikumpulkan oleh Litbang indikator malang dari berbagai Sumber.

1. Kesimbangan Anabolisme dan katabolisme
Berbeda dengan Kelaparan yang merusak tubuh. Dalam berpuasa yang diniatkan secara khusus ternyata membuat sistem pencernaan tubuh menjadi seimbang. Ketika kita berpuasa terjadi keseimbangan anabolisme dan katabolisme yang menyebabkan asam animo dan berbagai zat lainnya dalam tubuh membaantu tubuh untuk melakukan  peremajaan sel dan komponennya serta memproduksi glukosa darah dan mensuplai  asam animo dalam darah sepanjang hari.

Cadanngan protein yang cukup dalam hati karena asupan nutrisi saat berbuka dan sahur akan membantu sistem tubuh menjaga kondisi tubuh untuk terus memproduksi protein esensial seperti albumin, globulin, dan fibrinogen sehingga kesehatan hati tetap terjaga. 

2. Penurunan Glukosa dan Berat badan
Universitas Kesehatan teheran melakukan sebuah studi kepada 81 mahasiswanya. Mereka meneliti kondisi Indeks Massa Tubuh (BMI), Glukosa, Trigliserida (TG), Kolesterol, lipoprotein densitas rendah (LDL) High Density Lipoprotein (HDL) , dan Very low Density Lipoprotein  (VLDL) terhadap responden sebelum Ramadahan dan sesudahnya. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa puasa ramadhan bisa membantu menurunkan berat badan dan glukosa. dari hasil studi tersebut juga menunjukkan terjadinya peningkatan  yang signifikan pada LDL dan penurunan pada HDL. 

dari penelitian tersebut disimpulkan puasa ramadhan memiliki efek khusus pada tingkat lipid dalam darah, sehingga darah dalam keadaan yang sehat.

3. Jantung Yang Kuat
Walaupun dalam beberapa penelitian disebutkan tidak ada perbedaan yang signifikan tentang kondisi jantung ketika berpuasa dan tidak. Namun, saat berpuasa terjadi peningkatan HDL dan apoprotein alfa1. Dengan naiiknya HDL tentu saja akan terjadi penurunan LDL,  dimana kondisi tersebut dapat menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. 

Beberapa Penelitian "Chronobiological"  menunjukkan saat kita berpuasa berpengaruh terhadap ritme penurunan distribusi  sirkadian dan suhu tubuh, hormon kortisol, melatonin, dan glisemia. 

Ringan memang perubahannya, tetapi itu tetap akan membantu anda untuk menjaga jantung anda tetap sehat bukan?.

4. Hidup panjang umur
Penelitian endokrinologi menunjukkan bahwa pola makan saat puasa yang bersifat rotatif menjadi beban dalam asimilasi makanan di dalam tubuh. 
Keadaan ini mengakibatkan penurunan pengeluaran hormon sistem pencernaan dan insulin dalam jumlah besar. Penurunan hormon tersebut merupakan salah satu rahasia hip panjang umur.

5. Manfaat untuk Reproduksi
Sebuah penelitian terhadap hormon testoteron, prolaktin, lemotin, dan hormon stimulating folikel (FSH), ternyata puasa dapat  membantu pembentukan sperma melalui perubahan hormon hipotalamus-pituatari testicular.

Dalam sebuah penelitian baru-baru ini mendapati bahwa puasa juga sangat bermanfaat bagi hormon dan kemampuan seksual manusia. dalam penelitian tersebut mengamati  kadar hormon kejantanan (testoteron), perangsan kantung (FSH), dan Lemotin (LH). ketika berpuasa terjadi perubahan kadar pada tiap hormon tersebut.

6. Mengontrol Adrenalin
Perasaan tenan, amana, nyaman, dan damai saat berpuasa akan membantu menurunkan adrenalin. Perlu diketahui saat marah terjadi peningkatan adrenalin dari 20-30 kali lipat.

dampak adrenalin yang tidak terkendali akan memperkecil kontraksi otot empedu,  menyempitkan pembuluh darah perifer,  meluaskan pembuluh koroner, meningkatkan tekanan darah arterial dan menambah volume darah ke jantun dan jumlah detak jantung. selain itu adrenalin yang tak terkendali  juga meningkatkan  kolesterol  dari protein berkepadatan rendah.

akibat dari hal tersebut dapat meningkatkan resiko penyakit pada pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, dan stroke.

Dari penjelasan di atas, masihkah anda tetap memandang puasa sebagai sebuah kesia-siaaan yang membebani hidup anda?

Pewarta : Litbang Indikator malang
Photo : Istimewa