Sumber Dongki, Sumber Mata Air Sejuta Potensi, Sejuta Pesona
Cari Berita

Advertisement

Sumber Dongki, Sumber Mata Air Sejuta Potensi, Sejuta Pesona

12 Mei 2016

Indikatormalang.com - Ketika pertama kali Indikator Malang berkunjung ke Sumber Dongki Gadungsari Kecamatan Tirtoyudo Malang kesan pertama tempat tersebut seperti terlantar dan tidak terawat. 

Akses jalan yang masih sempit dan licin serta dipenuhi semak belukar di kanan kiri tak menyurutkan Indikator Malang untuk mencapai Lokasi tersebut. 

Sumber Dongki Merupakan sumber mata Air Alami (umbul) yang pernah dimanfaatkan oleh Belanda untuk keperluan pengairan di kawasan tersebut. 

Penyebutan Sumber Dongki digunakan oleh warga setempat karena konon Belanda menggunakan mesin penyedot air yang disebut Dongki dimana bunyinya bisa kedengaran hingga puluhan kilometer. 

Jejak-jejak peninggalan Belanda masih ada di lokasi tersebut, berupa bangunan persegi empat untuk tempat mesin penyedot air. Namun, mesinnya hilang entah kemana. 

Dibalik kesan yang telantar dan tidak terawat, Sumber Dongki menyimpan sejuta potensi ekonomi. Keberadan Sumber Dongki dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk keperluan sehari-hari seperti mandi , minum dan mencuci. 

Debit airnya yang besar seakan-akan  menjadi berkah tersendiri bagi warga sekitar. Menurut penuturan salah satu warga yang mendampingi kami debit air semakin besar ketika musim kemarau. 

Menurut Mas Wahyudi salah satu warga yang mengantarkan kami ke lokasi mengatakan “Sebenarnya sumber mata air ini berupa terowongan, semacam gua, dulu waktu kecil saya bersama teman-teman sering masuk ke lubang itu, panjangnya mungkin sampai puluhan meter, lebarnya 1 meteran, kalo mau masuk kita harus jongkok” ungkapnya kepada Indikator malang. 

Dilokasi tersebut sudah dibangun Kolam renang yang masih dalam tahap pengembangan. “Sumber Dongki ini merupkan aset desa, kedepannya akan kami jadikan usaha desa berupa tempat wisata pemandian” Ungkap Kamituo Gadungsari yang kebetulan menyertai kami. 

Berdasarkan pengamatan, lokasi ini cukup strategis untuk dikembangkan sebagai destinasi wusata barau di kawasan malang Selatan. Mengingat lokasinya yang dekat dengan jalan raya, masih asri, dan alami. 

Pewarta : Abdelhak Nouri
Editor : Dekki
Photo : Istimewa