Yuk Kita Kenali Apa Itu Penyakit Flu Singapura
Cari Berita

Advertisement

Yuk Kita Kenali Apa Itu Penyakit Flu Singapura

23 Apr 2016

Indikatormalang.com – HFMD (hand, foot, and mouth disease) alias penyakit tangan, kaki, dan mulut. Meskipun hanya tiga tempat yang disebutkan, kelainan kulit yang timbul bisa terlihat sampai ke selangkangan dan bagian tubuh lain. 

Banyak orang menyebutnya dengan flu Singapura. Kesannya jadi "serem", padahal fakta sebenarnya tidak seseram itu, karena HFMD adalah penyakit ringan. 

Penyebab HFMD adalah infeksi virus, yaitu keluarga Enterovirus. Tersering adalah Coxsackie virus. Namanya infeksi, virus pastinya tidak butuh antibiotik, HFMD akan sembuh dengan sendirinya, tanpa perlu diberikan antivirus atau apapun. 

Virus menyebar lewat bersin atau percikan ludah (bisa melalui penggunaan gelas atau alat makan dan sikat gigi bersama), atau lewat tangan yang menyentuh objek yang terkontaminasi oleh tinja yang mengandung virus. Virus Coxsackie ada di bintil atau lenting yang ada di lapisan dalam mulut dan permukaan kulit lainnya, juga di dalam saluran cerna (makanya bisa menular lewat tinja). 

Bedakan dengan cacar air (varisela). Cacar air menyebar hingga ke wajah dan kulit kepala, lalu punggung dan dada. HFMD tidak seluas itu penyebarannya. 

Penularan termudah adalah di tempat-tempat yang banyak anak-, misalnya di taman bermain, TK, SD, dan tempat bermain (playground). 

Hampir tidak ada komplikasi, meskipun kepustakaan mencatat risiko meningitis atau ensefalitis yang sangat-sangat rendah. Gejala awal bisa disertai demam (meskipun tidak harus), lalu muncul bintil atau lenting yang makin banyak di sekitar mulut dan rongga mulut, telapak tangan, telapak kaki, siku, lutut (dan bagian dalamnya), bahkan sampai sekitar kemaluan dan lipat paha. Bintil dan lenting bisa menyebar sampai 7 hari, lalu perlahan menghilang. 

Gejala lain yan nampak ketik anak terkena HFMD adalah Sariawan. HFMD merajalela, sehingga anak sukar makan dan minum. Pastikan anak banyak minum agar tidak dehidrasi. Boleh berikan es krim atau minuman dingin agar lebih nyaman. Demam dan nyeri-nyeri sendi sesaat bisa diredakan dengan parasetamol. 

Umumnya yang sering tertular penyakit tersebut adalah anak-anak dengan usia maksimal 10 tahun. Orang dewasa tidak berisiko sakit. Perlu diketahui , hingga saat ini belum ada vaksin untuk pencegahan HFMD. 

Bagaimana pencegahan terbaik?. Rajin cuci tangan. Ajarkan anak agar sering-sering mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas. Orangtua yang memegang anak yang sakit juga harus mencuci tangannya sebelum menyentuh anak lainnya. 

Pewarta : Arif (Pegiat Indikator Malang)
Editor : Hery S.
Photo : rscahyakawaluyan.com