Memahami Kode Ban Kendaraan, Pahami Dulu Sebelum Anda Menggantinya
Cari Berita

Advertisement

Memahami Kode Ban Kendaraan, Pahami Dulu Sebelum Anda Menggantinya

13 Apr 2016

Indikatormalang.com - Ban pada kendaraan merupakan bagian yang tak terpisahkan dan sangat vital baik dalam aspek fungsi, manfaat keekonomian, kenyamanan maupun keamanan dalam berkendara.

Bagi sebagian pemilik kendaran baik roda empat maupun roda dua, kondisi dan ukuran ban kadang-kadang kurang diperhatikan.

Ban memiliki spesifikasi dan peruntukan tersendiri sesuai kebutuhan dan jenis kendaraannya.

Jenis Ban 

Ukuran ban motor yang jamak ditemui di pasaran, ada dua macam yaitu imperial dan metric. Bagaimana cara membedakannya? Mudah kok, lihat kodenya.

Biar lebih mudah, langsung kita praktikkan pada ban sepeda motor merk A. Ban tersebut memiliki kode 80/90-17. Cara baca kode ban motor seperti ini mirip dengan cara baca ban mobil.

Angka pertama, “80” adalah section width (ukuran antara sisi ban, diukur dari bagian sisi ban) atau biasa diartikan sebagai lebar tapak ban dalam satuan milimeter. Sedang angka di belakangnya, “90” adalah aspek rasionya.

Aspek rasio adalah persentase section width dibandingkan dengan section height (tinggi dari tapak ban ke bibir ban, diukur dari sebelah sisi ban). Bila disebutkan angka aspec ratio 90, artinya tinggi ban adalah 90% dari 80 mm = 72mm. Sedang angka terakhir, “17” menunjukan diameter dalam ban, atau diameter pelek.

Biasanya Ciri ban dengan kode metric adalah memiliki pinggul ban yang lebih lebar. Ini sangat berguna saat menikung pada kecepatan tinggi.

Sedangkan untuk mengetahui jenis ban imperial caranya juga sama. Contohnya ban merk B dengan ukuran 2.50-17. Angka pertama, “2.50” adalah kode section width (ukuran antara sisi ban, diukur dari bagian dalam ban) atau biasa diartikan sebagai lebar tapak ban dalam satuan inci. Artinya 2.50 sama dengan 2,5 inci atau 63,5 mm.

Lalu bagaimana dengan tinggi ban atau aspek rasionnya? Pada ban jenis ini didasarkan pada nilai 100 % dari section width. Jadi bisa diartikan tinggi ban dan lebar ban sama. Sedang angka terakhir adalah menunjukan diameter dalam ban, atau diameter pelek.


Kode Ban

Semua ban memiliki serangkaian kode khusus yang menginformasikan spesifikasi ban tersebut. Kode tersebut meliputi ukuran/dimensi, tahun produksi, ukuran tekanan (PSI/pounds per Square Inch), dan maksimal rotasi kecepatan, serta ukuran tekanan beban, dan suhu maksimal saat berputar.

Komposisi ban dijelaskan oleh kode alfanumerik yang umumnya dicantumkan pada dinding ban bagian terluar. Kode ban telah berkembang seiring teknologi yang diusung produsen selama bertahun-tahun, hal tersebut terkait dengan campuran kompon karet sebagai bahan dasar ban, serta pengembangan untuk memaksimalkan tingkat ketahanan suhu, atau biasa dikenal dengan Uniform Tire Quality Grade (UTQG).

Berikut cara membacanya: Contoh : 205/65/R1594H. Angka 205 menunjukkan Lebar ban, 65 menunjukkan tinggi ban, R menunjukkan tipe Radial, angka 15 menunjukkan Ukuran/Ring, 94 menunjukkan kapasitas Beban Maksimal, sedangkan huruf H. menunjukkan batas kecepatan maksimal utuk pemakaian ban yakni 210km/h.

Sebagai tambahan huruf terahir memiliki ukuran untuk kecepatan maksimum biasa dalam bentuk kode huruf abjad yang berbeda-beda. Huruf H max 210km/h, huruf S Max 180km/h, T Max 190 km/h, U max 200km/h, V Max 240km/h, Z max 240km/h, W max 270km/h, dan huruf Y max 300km/h.


Usia Ban

Perlu diketahui, setiap ban kendaraan memiliki 4 angka yang tercatat disisinya. Contoh : 2214, angka tersebut enunjukkan keluaran ban baru dari pabrik pada minggu ke 22 tahun 2014. Selai itu setiap ban, mempunyai tempo / masa penggunaan ideal 5 tahun dari tanggal dikeluarkan dari pabrikan.

Tips buat anda jika ingin membeli ban baru pastikan tahun terkini. Jika membeli ban dengan kode tahun yang sudah lewat, maka kita berhak untuk minta Disc dari harga List sesuai dengan ketentuan. Contoh : 2013 Potongan Disc 20%, 2012 Potongan Disc 40%, 2011 Potongan Disc 60%, 2010 Potongan Disc 80%.

Usia ban (baru) bila sudah lebih dari 5 tahun, maka kondisi karet ban sudah keras karena sudah masuk kategori expired, disarankan untuk tidak memakainya, karena sangat membahayakan jiwa anda.

Treadwear Indicator

 Tanda ini merupakan ciri fisik yang terletak persis di kedua sisi bunga ban. Diperkuat lagi dengan garis tebal yang membentang di antara kedua tanda yang mengindikasikan kondisi penggunaan ban. Jika ketebalan ban terutama pada grove sudah menyentuh garis tersebut, menandakan harus sudah diganti. Bahanya saat hujan, cepat menimbulkan gejalan aquaplaning (mengambang).

Pewarta : Dekki
Pegiat Indikator Malang