Pelaksanaan Ujian Nasional Kini Tak Lagi Menegangkan
Cari Berita

Advertisement

Pelaksanaan Ujian Nasional Kini Tak Lagi Menegangkan

7 Apr 2016

Foto: Kemdikbud.go.id
Indikatormalang.com– Suasana tegang pelaksanaan Ujian Nasional (UN) ke depan tidak akan ada lagi. Hal ini dampak dari kebijakan pemerintah yang menetapkan nilai UN bukan menjadi penentu kelulusan. Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi (SMK MUTU), H. Pahri, S.Ag.,MM mengatakan bahwa ada suasana berbeda pada siswanya dalam dua tahun terakhir ini. Mereka tidak lagi tegang dan cemas. Tapi persiapan UN tetap dilakukan. “Mereka ceria dan santai”. Tuturnya. Minggu (6/4/2016).

 “Tapi bukan berarti mengentengkan UN. Setiap jam tambahan untuk pelajaran UN hampir tidak ada satu pun siswa absen. Ini berarti semangat untuk bisa menjawab soal-soal UN sangat besar”. Imbuhnya.

Sejak tahun pelajaran 2014-2015, sistem ujian sudah bermigrasi dari manual (PBT – Paper Based Test) ke online (CBT – Paper Based Test) atau lebih dikenal dengan sebutan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Dengan sendirinya meniadakan sistem pengawalan soal dan jawaban UN. Yang biasanya butuh pengawalan khusus distribusinya dari pusat ke daerah.

Tahun ini  SMK MUTU kembali dipercaya menjadi penyelenggara UNBK dengan jumlah peserta terbesar se Kabupaten Malang, yakni 645 siswa. Menurut Kepala SMK yang mempunyai gedung tujuh lantai ini, UNBK sangatlah simpel dan praktis. Pelaksanaannya pun tidak ribet. Sistem pengawasan dan pelaporan integrated by system. Artinya, segala adminsitrasi selama pelaksanaan UN sudah terkomputerisasi, dan harus diunggah pada saat sesi ujian berakhir.

Pengalaman berbeda diungkapkan oleh Zaky Mobaraq S.Kom, Koordinator Teknisi UNBK SMK MUTU, software yang digunakan sangat canggih dan user friendly. Interfacenya menyenangkan dan mudah dioperasikan. Selain itu ada software namanya starter yang berfungsi sebagai generator SN (Serial Number). “Ini yang berbeda dari tahun lalu. Tampaknya Tim Pengembang UNBK selalu berinovasi demi kesempurnaan program”. Tuturnya.

 Zaki menambahkan, sistem UNBK sulit ditembus oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Karena software server terbungkus dalam file berekstensi VHD. Jadi sistem operasi di dalam sistem operasi. Bisa dijalankan under Linux maupun Windows. Tapi menurut penggiat komunitas Linux Blank On ini lebih cepat dan praktis di Linux dan lebih aman. Selain itu, masih ada sistem dilengkapi dengan IP Identification, yang memungkin memantau arus data dari IP masing-masing client. “Pokoknya Keren deh....”. Imbuhnya.

Seperti diketahui, penyelenggara UNBK tahun ini mengalami peningkatan 800%. Dari 554 sekolah di tahun 2015, menjadi 4.381 pada tahun ini. Sedangkan kenaikan jumlah peserta mencapai 900%, dari 170.000 menjadi 921.862 siswa.

Pewarta: Badrut Tamam
Pegiat Indikatormalang.com