Ini Dia Tanggapan Mahasiswa Tentang Gerakan Hemat 60 Menit
Cari Berita

Advertisement

Ini Dia Tanggapan Mahasiswa Tentang Gerakan Hemat 60 Menit

16 Mar 2016

Indikatormalang.com--Menyikapi penghematan energi yang kian langka. Pentingnya memadamkan listrik, menjadi strategi penting dalam mengkampanyekan hemat pemanfaatan energi. Terlebih, mengingat gaya hidup konsumtif di masyarakat cukup tinggi.

Di lingkungan akademisi, gerakan pemadaman selama 60 menit pada 19 Maret esok disambut baik, meskipun tak semua mahasiswa mengetahui akan ada pemadaman listrik di malam hari di wilayah Malang dan sekitarnya.

“Saya malah tidak tahu menahu kalau di Malang ada gerakan pemadaman”, kata Rizki mahasiswa prodi Fakultas agama Islam.

Terkait pemadaman listrik yang akan berlangsung beberapa hari lagi. Ini merupakan langkah menarik dan bagus. “Menurut saya bagus, selain untuk mendongkrak pemanfaatan energi lain, di desa-desa bisa dialiri listik”, papar Jamal Toriq, yang mengambil konsentrasi ilmu peternakan Unisma ini.

Sedangkan, guna menghemat penggunaan energi listrik sebesar 10.000 megawatt, mahasiswa asal Temanggung, Jawa Tengah ini menyampaikan kesadaran masyarakat, supaya energi lebih efisien penggunaannya.

“Porsi penggunaannya perlu dikurangi, agar lebih efisien dan hemat”, terangnya.

Seperti diketahui, Pemerintah hingga 2019, akan membangun pembangkit listrik berkapasitas 35.000 MW. Hal ini, guna mengatasi keterbatasan listrik dari Sabang sampai Merauke.

Pewarta: Heri Kiswanto
Pegiat Indikator Malan
Sumber Foto: Istimewa