Bersiaplah, Malang Akan Dilalui Fenomena Gerhana Matahari Total
Cari Berita

Advertisement

Bersiaplah, Malang Akan Dilalui Fenomena Gerhana Matahari Total

5 Mar 2016

Indikatormalang.com – Pada hari selasa (9/3/16) beberapa wilayah di Indonesia akan mengalami fenomena Gerhana Matahari total, termasuk Kota Malang.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Lembaga Falakiyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) jawa Timur nomor 33/LFNU.II/L/II/2016, Malang merupakan salah satu kota di Jawa Timur yang dilalui fenomena Gerhana matahari.

Wilayah Kota Malang dan sekitarnya akan mulai melihat Gerhana Matahari mulai pukul 06.21.14 WIB sampai 08:38:32 WIB. Gerhana berlangsung sekitar 02:17:17 dengan puncak terjadi 07:25:21 WIB. Lebar gerhana sekitar 83,73 persen.

Dikutip dari berbagai sumber, Gerhana Matahari akan terjadi ketika posisi bulan terletak di antara Bumi dan Matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Walaupun Bulan lebih kecil, bayangan Bulan mampu melindungi cahaya Matahari sepenuhnya karena Bulan yang berjarak rata-rata jarak 384.400 kilometer dari Bumi lebih dekat dibandingkan Matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer.

Menurut Peneliti Astronomi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Rukman Nugraha seperti dilansir via Tempo.co menyatakan gerhana dapat diprediksi waktu dan tempat kejadiannya. Gerhana matahari total merupakan fenomena alam saat posisi matahari, bulan, dan bumi berada pada satu garis lurus. Efeknya, sebagian permukaan bumi akan terkena bayangan gelap bulan.

Untuk memprediksi keberulangannya secara global, kata dia, gerhana dikelompokkan ke dalam suatu kelompok yang disebut Siklus Saros tertentu. “Gerhana-gerhana pada Siklus Saros tertentu akan berulang hampir setiap 18 tahun 11 hari,” kata Rukman. Sebagai contoh, gerhana matahari total 9 Maret 2016 nanti adalah anggota ke-52 dari 73 anggota pada Siklus Saros ke-130. Gerhana sebelumnya yang berasosiasi dengan GMT 9 Maret 2016 ini adalah GMT pada 26 Ferbruari 1998 yang kala itu melintasi belahan bumi bagian barat dari Pasifik sampai pantai Atlantik Afrika. Adapun gerhana sesudahnya yang berasosiasi dengan GMT 9 Maret 2016 tersebut adalah GMT yang terjadi pada 20 Maret 2034.

Pewarta : Dekki
Pegiat Indikator Malang