LGBT, Jangan Hilangkan Hak Kemanusiannya.
Cari Berita

Advertisement

LGBT, Jangan Hilangkan Hak Kemanusiannya.

23 Feb 2016

Indikatormalang.com--Tak satupun orang di dunia ini ingin dilahirkan sebagai orang miskin, cacat ataupun tak dapat lahir sesuai kehendaknya sendiri sebagai laki-laki ataupun perempuan, sebagaimana dalam Al Qur'an surah Asy Syuura ayat 49-50 Ayat 49:

"Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki,"

Ayat 50 : "atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa."

Terjadinya penyimpangan adalah sebuah keniscayaan dari ketentuan Alloh SWT, sebagai sebuah hukuman dari Tuhan akibat perbuatan masa lampau oleh pelaku ataupun orang tua pelaku karena perbuatan yg melampaui batas dan kemusrikan, dan juga ujian bagi kaumnya/lingkungannya serta ulil amri-nya.

Bagaimanapun Alloh SWT telah menciptakan segala sesuatu secara berpasang-pasangan, siang-malam, laki-laki-perempuan, baik-buruk, alim-bodoh, iblis-malaikat, kaya-miskin ataupun kejayaan-kejatuhan masa yang dipergilirkan (marrotain) dalam sebuah frame hukum ketentuan Alloh yang tertulis di alam semesta (lauful mahfudz).

Perbedaan kondisi, tabiat buruk tak mesti menjadi previlege bagi kita untuk mencabut hak-hak kemanusiaan yg mereka miliki, bayangkan jika tiap orang berbeda dimusuhi, diperangi atau bahkan dihalalkan darahnya untuk ditumpahkan. Para Nabi, para wali Alloh, Aulia pasti tak akan punya pengikut.

Alloh SWT menurunkan Al kitab Al Wahyu sebagai petunjuk jalan lurus yang dikabarkan oleh para Nabi, wali dan aulia bagi umat yang dalam kegelapan. Dalam surah Asy Syuura ayat 52  "Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus."

Sebagai garis kontrol kita agar tak melampaui batas adalah Surah An Nur ayat 19 "Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." Jangankan mencaci-maki atau mengolok olok mereka, "ngrasani" mereka aja gak boleh, hal yang paling penting dari ayat ini adalah terciptanya iklim kodusif bagi Ulil Amri dan para Ulama untuk mengembalikan mereka dalam jalan lurus dengan kasih sayang

Para ulama dan kaum alim yang harus memberi pencerahan dengan penuh kasih sayang tentang kebenaran wahyu. Sedang para ulil amri harus mengeluarkan kebijakan atau aturan yang dilandaskan wahyu (hukum Universal), sehingga penyikapan masalah LGBT tetap tidak menghilangkan hak-hak kemanusiaannya.

Penyikapan yang tidak mengindahkan nilai-nilai kemanusiannya hanya akan melahirkan mendorong kaum LGBT beradaptasi sesuai dengan tekanan yang ditujukannya. Sebagai sebuah penyimpangan orientasi seksual, tentu mereka butuh lingkungan yang kondusif untuk kembali pada kodradnya, karena bagaimanapun persoalan Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transeksual atau LGBT sesungguhnya bisa disembuhkan. Menurut  Dr. Taruna Ikrar, anggota Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia yang juga Ahli Spesialis Neurosains di Universitas California, Amerika Serikat mengatakan bahwa berdasarkan etiologi atau faktor pencetusnya, diperlukan upaya yang keras dan kemauan berubah dari seseorang yang mengalami disorentasi seksual untuk dapat disembuhkan.

Kita sebagai makluk Tuhan, yakinlah Alloh SWT menciptakan jenis makhluk yg lain pasti ada manfaatnya "maa kholaqta hada bathilla", hal positif yang diharapkan adalah kejadian dan kesadaran nilai semua pihak akan wahyu adalah terciptanya pranata hukum kenegaraan dan social culture yang lebih baik.

Penulis: Agus Sutrisno
Pengamat Sosial