Fakta Dibalik Gerakan Kantong Plastik Berbayar
Cari Berita

Advertisement

Fakta Dibalik Gerakan Kantong Plastik Berbayar

24 Feb 2016

Indikatormalang.com - Kampanye diet kantong plastik ini ternyata telah dimulai sejak tahun 2013 dengan membentuk sebuah petisi yang diberi nama #pay4plastic. Petisi dengan jumlah dukungan sebesar 61.023 tanda tangan ini telah diserahterimakan kepada KLHK.

Gerakan Indonesia Bebas Sampah 2020 yang didukung oleh ratusan komunitas di seluruh Indonesia yang saling terhubung melalui http://bergerak.bebassampah.id.

Setiap tahun produksi plastik menghasilkan sekitar delapan persen hasil produksi minyak dunia atau sekitar 12 kita barel minyak atau setara 14 juta pohon.

Lebih dari satu juta kantong plastik digunakan setiap menitnya dan 50 persen dari kantong plastik tersebut dipakai hanya sekali lalu langsung dibuang, dan dari angka tersebut hanya lima persen yang benar-benar didaur ulang.

Perhitungan Ditjen Pengelolan Sampah, Limbah, dan B3 KLHK, total jumlah sampah Indonesia di 2019 akan mencapai 68 juta ton, dan sampah plastik diperkirakan akan mencapai 9,52 juta ton atau 14 persen dari total sampah yang ada.

 Target pengurangan timbunan sampah secara keseluruhan sampai dengan 2019 adalah 25 persen, sedangkan 75 persen penanganan sampahnya dengan cara composting dan daur ulang bawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Berdasarkan data Jambeck (2015), Indonesia berada di peringkat kedua dunia penghasil sampah plastik ke laut yang mencapai sebesar 187,2 juta ton setelah Tiongkok yang mencapai 262,9 juta ton. Berada di urutan ketiga adalah Filipina yang menghasilkan sampah plastik ke laut mencapai 83,4 juta ton, diikuti Vietnam yang mencapai 55,9 juta ton, dan Sri Lanka yang mencapai 14,6 juta ton per tahun.

 Pewarta : Dekki
Pegiat Indikatormalang.com
Gambar : @Indonesia Baik